Jihad Menegakkan Tauhid & Membela Khilafah

Icon

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…" (Al-Mumtahanah: 4)

Pelajaran Yang Harus Diketahui Oleh Orang-Orang Yang Mengenteng-Entengkan Kekafiran

Sekarang ini banyak muncul pemahaman-pemahaman aneh yang menganggap ringan pengucapan kekafiran atau melakukannya, baik dalam bentuk gurauan, ejekan, atau alasan maslahat dakwah dan jihad atau alasan dlarurat, padahal semua itu adalah bukan udzur dalam kekafiran dan bukan pula penghalang pengkafiran.

Simaklah nukilan-nukilan ini.

  • Imam Ibnu Nujaim rahimahullah berkata :

إن من تكلم بكلمة الكفر هازلا او لاعبا كفر عند الكل ولاعبرة باعتقاده.

“Sengguhnya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran seraya bergurau atau becanda, maka dia kafir menurut semua ulama, dan keyakinannya itu tidak di anggap” (Al Bahru Ar Ra’iq: 5/134)

Ya, dia kafir dan keyakinannya yang lurus menurut klaimnya tidak usah dihiraukan, katena Allah Ta’ala tidak menerima alasan itu pada orang-orang yang memperolok-olok Rasul dan para Sahabatnya saat mereka beralasan :

إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ

“Sesungguhnya kami hanya bercanda dan bermain-main” (At Taubah : 65).

Allah Ta’ala berfirman :

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Jangan kalian mencari alasan, sesungguhnya kalian telah kafir setelah kalian beriman” (At Taubah : 66). Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , ,

SYUBHAT TAHAKUM

Syubhat Tahakum

Ini adalah sebagian [bantahan] syubhat dari orang-orang yang membolehkan untuk berhukum (tahakum) kepada thaghut yang dinukil dari Kitab Miiraats Al Anbiyaa:

  1. Syubhat Pertama: Ini adalah syubhat yang paling buruk: yaitu perkataan mereka yang mengatakan bahwa perbuatan ini tidak termasuk tahakum, namun ini hanyalah sekedar pergi dan menuntut hak yang jika dibiarkan akan hilang.

Bantahan:

Kami katakan; Ketahuilah sesungguhnya manusia terkadang mengatakan sebuah perkataan yang dia sama sekali tidak memperhatikannya, seandainya kalimat ini dicampurkan ke dalam lautan (tentu akan merusaknya), dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mengatakan hal ini kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha seperti yang diriwayatkan di dalam Sunan at-Tirmidzi dan Abu Dawud. Dan sesungguhnya berkata dengan perkataan seperti ini adalah termasuk bagian dari berkelit terhadap dienullah dan dari hal-hal yang diharamkan Allah, yang mana sudah menjadi hal yang dimaklumi oleh mereka yang memiliki akal bahwa hakikat sesuatu itu tidak akan berubah dengan berubahnya nama. Al-‘Allamah Abdullah ibn Abdurrahman Aba Bathin berkata; “Siapa yang mengarahkan salah satu jenis dari jenis-jenis ibadah kepada selain Allah, maka berarti dia telah mengibadati hal itu dan telah menjadikannya sebagai tuhan, dan telah menyekutukan Allah dengannya dalam hak yang murni milik-Nya … walau dia mengelak untuk menyebut itu sebagai menjadikan tuhan, ibadah atau kesyirikan, karena sudah menjadi hal yang diketahui bagi setiap yang berakal bahwa hakikat sesuatu itu tidak berubah dengan berubahnya nama-namanya.” Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, MANHAJ, MURJI'AH, SALAFY, SYUBHAT, TAUHID, , , ,

BANTAHAN KEPADA ORANG YANG LEGALKAN TAHAKUM KEPADA THAGHUT SAAT DLARURAT

Bantahan Kepada Orang Yang Legalkan Tahakum Kepada Thaghut Saat Dlarurat

 

Ini merupakan satu pasal dari kitab bantahan Syaikh Ahmad Hamud Al Khalidiy terhadap Abdullah Bin Muhammad Al Qarniy.

Judul Asli

“At Tibyaan Limaa Waqa’a Fi “Adl Dlawaabith”  Mansuuban Li Ahli As Sunnah Bilaa Burhaan”

Ditulis oleh : Ahmad bin Hamud Al Khalidiy

Dan Ditaqdim Oleh :

Syaikh Hamud ‘Uqla Asy Syu’abiy dan Syaikh Ali Al Khudlair

Alih Bahasa : Mowahhed Militant

Muraja’ah Terjemahan: Abu Sulaiman

Pasal : Perbedaan Antara Dlarurat Dengan Ikrah (Paksaan) Terhadap Kekafiran.

Sebagai bantahan terhadap perkataan penulis: (Dan ini tidak memestikan bahwa setiap orang yang tahakum (meminta putusan hukum) kepada mahkamah-mahkamah yang menerapkan undang-undang buatan manusia itu menjadi kafir. Akan tetapi bisa jadi seorang muslim itu dlarurat untuk mengambil hak-haknya atau hal lainnya dengan cara tahakum (meminta putusan hukum) kepada mahkamah-mahkamah itu tanpa adanya keridhaan dia terhadapnya, maka dia tidak menjadi kafir akan tetapi hukumnya adalah hukum orang yang dlarurat). [hal.174]

Jawab : Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FIQH, MANHAJ, SYUBHAT, TAUHID, ,

KETIKA KITA KEHILANGAN ‘IZZAH

Oleh:Abu Usamah JR
Editing: Millahibrahim Team

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إذ تبا يعتم با لعينة وأخذ تم آن ال البقر ورضيتم با لزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لاينزعه حتى ترجعوا إلي دينكم

“Jika kalian telah berjual beli dengan ‘ienah, mengikuti ekor sapi, puas dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, dan kehinaan itu tidak akan dicabut dari kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian”. (HR Abu Daud, Ahmad, al Baihaqi dan At Thabrani, dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

Apakah keadaan yang digambarkan oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu kini telah terjadi? Ya, bahkan sedang terjadi di tengah mayoritas umat Islam hari ini. Hilangnya tanah air kaum muslimin sebab dikuasai oleh orang-orang kafir, lenyapnya hukum Islam dari kehidupan umat ini, dilarangnya umat Islam melaksanakan syariat, dinajisinya tanah suci umat Islam sampai kepada pembantaian kaum muslimin di banyak belahan dunia oleh kaum kafirin, adalah sebagian fakta bahwa keadaan yang digambarkan Rasulullah sudah dan sedang terjadi.

Tidaklah itu semua terjadi melainkan sebagai hukuman dari Allah kepada umat ini disebabkan mereka telah mencampakkan syariat yang paling agung di dalam Islam, yaitu jihad fie sabilillah. Sebagian besar dari umat ini bukan hanya meninggalkan kewajiban jihad, bahkan sekedar membicarakannya saja mereka alergi. Yang lebih parah dari hal ini adalah menganggap bahwa jihad dalam arti perang sudah tidak relevan lagi pada zaman ini. Hal tersebut disebabkan karena keberhasilan dari dakwah para da’i yang menyeru manusia kepada pintu-pintu jahannam. Para da’i setan yang sebagiannya sering nampang di tv telah memutar lisan mereka untuk memalingkan makna jihad dari arti sebenarnya secara syar’i. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, JIHAD, MANHAJ, MURJI'AH, SYUBHAT

AL-MUHKAM FIE HIJRATI AL-MAR`ATI BIGHOIRI MAHRAM

—{ Tentang Hukum Hijrahnya Wanita Tanpa Mahram }—

Ditulis oleh Abu Usamah Al Gharib
Alih Bahasa Mowahhed Militant
Muraja’ah: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

=================
DOWNLOAD PDF

almuhkam[Arabic] [Indonesia]

Segala puji hanya milik Allah Yang Mengokohkan Islam dengan pertolongan-Nya, yang Menghinakan syirik dengan Keperkasaan-Nya, yang Mengatur segala urusan dengan Perintah-Nya dan Yang memberi ulur orang-orang ahli maksiat dengan makar-Nya, yang menakdirkan hari menjadi bergilir dengan Keadilan-Nya, yang menjadikan akibat yang baik bagi orang orang yang bertaqwa dengan Karunia-Nya.

Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada orang yang dengan pedangnya Allah tinggikan menara Islam, juga kepada keluargnya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau, serta mengikuti jejaknya sampai hari kiamat.

Amma Ba’du:

Telah banyak tulisan pada akhir-akhir ini yang membahas tentang hukum hijrahnya perempuan tanpa mahram, terkhusus setelah deklarasi tegaknya Khilafah Islamiyyah – semoga Allah mengeksiskannya dan menolongnya serta menjaga para pimpinannya-. Aku telah menela’ah salah satu tulisan milik seseorang yang menisbatkan dirinya kepada ilmu dan manhaj, yang dia kirim tulisan itu kepada si pengkhianat lagi pembatal baiat yaitu Al Jaulaniy. Yang di dalam tulisan itu dia meminta Al Jaulaniy untuk melarang para perempuan berhijrah ke negeri Syam dengan dalih banyaknya bahaya yang akan dihadapi oleh para perempuan.

Syaikh ini tidak mencukupkan dirinya dengan musibah duduk dari Jihad dan keridha’annya untuk hidup di bawah hukum dan kedzaliman thaghut – yang tidak pernah berhenti untuk memenjarakan dan menangkapnya jika dia ingin- bahkan dia membuat landasan dalih untuk sikap duduk dari jihad dan mencela para muhajirin yang berangkat di jalan Allah yang lari menyelamatkan agama mereka.

Sebelumnya dia dulu telah menentang dan mengingkari secara terang terangan hijrahnya para ahli tauhid seperti syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawiy, Abdul Hadiy Daghlas, Abu Anas Asy Syamiy, Abu Abdirrahman dan selainnya -semoga Allah menerima mereka semua-, kemudian celaan dan pengingkarannya bertambah ketika dia mengetahui keluarnya para muwahhidah yang terjaga lagi suci dalam rangka hijrah di jalan Allah. Kemudian dia menghunuskan penanya dan menulis lembaran Waqafat ( Waqafat Fi Tsamarat Al Jihad, pem). Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FATWA, FIQH, SYUBHAT

Apakah Negara-negara Teluk yang Membantu Amerika Dalam Keadaan “dipaksa”?

Apakah Negara-negara Teluk yang Membantu Amerika dalam Keadaan “Dipaksa”?!
🔹🔹🔹🔹

Oleh: Syaikh Nashir al-Fahd
Alih Bahasa: Abu Zakariya
Muraja’ah: Ust. Abu Sulaiman al-Arkhabili

🔺 Ada diantara orang-orang sesat yang mengklaim adanya keterpaksaan di dalam masuknya ke dalam koalisi bersama (Amerika); sama saja baik itu dari kalangan (negara-negara) atau pun dari kalangan orang-orang yang mengaku Islam dari bala tentara Amerika. Dan tentunya pemilik syubhat ini telah salah dari dua sisi:

🔺 Sisi pertama : Dalam definisi ikrah (keterpaksaan):

Maka sesungguhnya ikrah yang membolehkan kekafiran adalah pembunuhan atau yang mengarah kepada pembunuhan atau pelenyapan sesuatu dari anggota badan & yang serupa dengan itu- berdasarkan rincian dalam kitab-kitab furu’- dan tidak termasuk ikrah berupa ketakutan terhadap (hilangnya) harta, jabatan atau gaji & semisalnya. Dan hakikat sesungguhnya yang ada pada orang-orang yang masuk kedalam koalisi dengan orang-orang kafir itu hanyalah karena cinta & condong kepada dunia.

Dan sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdullathif bin Abdirrahman Alu Asy-Syaikh rahumahullah (Ad-Durar 8/374) pada bantahannya kepada salah seorang diantara mereka dalam pembolehannya untuk meminta pertolongan orang-orang musyrik dalam kondisi dlarurat:

غلط صاحب الرسالة في معرفة الضرورة ، فظنها عائدة إلى ولي الأمر في رياسته وسلطانه ، وليس الأمر كما زعم ظنه ، بل هي ضرورة الدين ، وحاجته إلى ما يعين عليه وتحصل به مصلحته ، كما صرح به من قال بالجواز

“Penulis risalah itu telah keliru dalam mendefinisikan “dlarurah”. Dia mengiranya dikembalikan kepada pemimpin dalam kepemimpinan & kekuasaannya, dan hal itu tidak sebagaimana yang diklaim oleh perkiraannya, akan tetapi ia adalah Dlaruratud-Dien & kebutuhannya terhadap apa yang membantunya serta mencapai kemaslahatan dien itu, sebagaimana dijelaskan oleh orang yang mengatakan kebolehannya.”

🔺 Sisi kedua: Dalam definisi apa yang dipaksakan terhadapnya:

Maka sesungguhnya ikrah -jika benar- hanyalah memberikan keringanan (rukhshah) bagi orang yang dipaksa itu untuk mengatakan kekafiran & semisalnya berupa hal yang tidak membahayakan kepada orang lain. Adapun jika ikrah (paksaan) itu untuk membunuh orang lain maka hal ini tidak boleh berdasarkan ijma’; karena tidak boleh baginya untuk menyelamatkan dirinya dengan membunuh orang lain.

Ibnu Al-‘Arabi rahimahullah mengatakan (Ahkamul Qur’an : 1/525):

قوله تعالى : ( وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً )(النساء: من الآية 30) : دليل على أن فعل الناسي والخاطئ والمكره لا يدخل في ذلك ; لأن هذه الأفعال لا تتصف بالعدوان والظلم , إلا فرع واحد منها وهو المكره على القتل , فإن فعله يتصف إجماعا بالعدوان ; فلا جرم يقتل عندنا بمن قتله , ولا ينتصب الإكراه عذراً

“Firman Allah Ta’ala: (Dan barang siapa yang melakukan itu dalam keadaan aniaya & kezhaliman) [An-Nisa’ : 30] : adalah dalil bahwa perbuatan orang yang lupa, tidak sengaja & yang dipaksa tidak masuk dalam hal itu; karena perbuatan-perbuatan ini tidak disifati dengan aniaya & kezhaliman, kecuali satu cabang darinya yaitu orang yang dipaksa untuk membunuh, maka sungguh perbuatannya itu disifati sebagai aniaya berdasarkan ijma’; sehingga tidak diragukan lagi bahwa dia itu dibunuh (qishash) dengan sebab membunuh orang itu menurut kami, dan ikrah itu tidak menjadi udzur.”

Berkata An-Nawawiy rahimahullah (Syarh Muslim 16/17-18):

“وأما القتل فلا يباح بالإكراه ، بل يأثم المكره على المأمور به بالإجماع ، وقد نقل القاضي وغيره فيه الإجماع “

“Adapun membunuh, maka ia tidak menjadi boleh disebabkan ikrah. Bahkan orang yang dipaksa untuk membunuh itu berdosa berdasarkan ijma’. Dan Al-Qadliy dan ulama lainnya telah menukil ijma dalam hal ini.”

Dan berkata juga Ibnu Rajab rahimahullah (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 2/371):

“واتفق العلماء على أنه لو أكره على قتل معصوم لم يبح له أن يقتله ، فإنه إنما يقتله باختياره افتداءً لنفسه من القتل ، هذا إجماع من العلماء المعمتد بهم “

“Para ‘ulama telah sepakat bahwa seandainya seseorang dipaksa untuk membunuh orang yang terjaga darahnya, maka ia tidak boleh membunuhnya. Karena sesungguhnya ia hanyalah membunuhnya dengan ikhtiyar (pilihan)nya sebagai tebusan untuk selamat dari pembunuhan. Ini adalah ijma’ dari para ulama yang diakui.”

Dan di sini dalam peristiwa ini sesungguhnya yang diinginkan Amerika & negara-negara kafir itu -semoga Allah menghinakan mereka semua- hanyalah membunuh orang-orang muslim. Maka siapa pun dari kalangan muslim tidak boleh membantu mereka -walau pun dipaksa untuk melakukan itu- karena hal ini termasuk hal yang tidak menjadi boleh disebabkan ikrah (paksaan).

Dan sungguh hal seperti ini pernah terjadi pada zaman Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah Ta’ala, di mana sebagian orang yang membantu orang-orang Tattar dalam memerangi orang-orang muslim mengaku dipaksa (dalam kondisi ikrah). Maka syaikhul Islam menyebutkan bahwa ikrah tidak menjadikan mereka boleh melakukan hal ini. Beliau rahimahullah mengatakan:

“Maksudnya adalah bahwa jika seseorang dipaksa untuk berperang dalam kondisi fitnah maka tidak boleh baginya untuk berperang. Tetapi, hendaklah ia menghancurkan senjatanya & hendaklah ia bersabar sampai ia terbunuh dalam kondisi dizhalimi. Maka bagaimana dengan orang yang dipaksa untuk memerangi kaum muslimin bersama kelompok yang telah keluar dari syari’at Islam: seperti orang yang menolak membayar zakat, orang-orang murtad dan yang semisal dengan mereka? Maka tidak diragukan lagi bahwa jika ia dipaksa untuk hadir, wajib baginya untuk tidak memerangi walau pun dia dibunuh oleh kaum muslimin, sebagaimana seandainya orang-orang kafir memaksanya untuk masuk kedalam barisan mereka untuk memerangi kaum muslimin, begitu juga seandainya seseorang memaksa seseorang untuk membunuh seorang muslim yang terjaga darahnya, maka tidak boleh baginya untuk membunuhnya berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Dan walaupun dia memaksanya dengan (ancaman) pembunuhan, maka sesungguhnya menjaga dirinya sendiri dengan membunuh muslim yang terjaga darahnya itu tidak lebih utama dari pada kebalikannya. Maka tidak pantas baginya untuk menzhalimi orang lain, lalu membunuhnya supaya ia sendiri tidak dibunuh.”

Penulis: Syaikh Nashir Fahd

Filed under: BANTAHAN, MANHAJ, MURJI'AH, SYUBHAT

“YAHUDI JIHADI”

Oleh: Abu Maysarah Asy-Syami
Alih Bahasa: Usdul Wagha

Segala puji bagi Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi, Shalawat serta salam tercurah kepada yang murah senyum dan yang membunuh, juga terhadap keluarganya yang baik dan suci. Amma ba’du;

Aku melihat sebagaimana orang lain juga melihat, adanya sebuah rilisan yang dikeluarkan sebuah mu`assasah tak dikenal muncul secara tiba-tiba, menampilkan sesosok laki-laki dengan “wajah yang tertutup” untuk menjelek-jelekkan khilafah dengan mengatakan bahwa mereka dahulu berasal dari junud wilayah Yaman, pemandangan ini mengingatkanku dengan Mu`assasah “Al-Bashirah” dan kesaksiannya yang tidak akan mampu menunda perbaikan dien di setiap ujung seratus tahun dengan dideklarasikannya khilafah di Iraq dan Syam hanya dalam satu hari, dan sepertinya para sekutu Dewan Nasional Hadhrami mengikuti langkah para sekutu Konferensi Riyadh sejengkal demi sejengkal, bahkan sebenarnya pendahulu mereka dalam hal ini adalah kaum yang mendapat murka (maghdhub) dan laknat dari kalangan pendeta Bani Israil…

Allah Ta’ala berfirman menjelaskan konspirasi Yahudi yang gagal:

{وَقَالَت طَّائِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), “Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya, agar mereka kembali (kepada kekafiran).” [Ali Imran: 72]

As-Suddi rahimahullah berkata: “Pendeta-pendeta perkampungan Arab berjumlah 12 pendeta, sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain; ‘Masuklah kalian ke dalam ajaran Muhammad di awal siang dan katakanlah kami bersaksi bahwa Muhammad itu benar dan jujur, dan di akhir siang maka ingkarilah dan katakanlah oleh kalian ‘Sesungguhnya kami telah kembali kepada ulama-ulama dan pendeta-pendeta kami, lalu kami bertanya kepada mereka dan mereka mengatakan; ‘Sesungguhnya Muhammad adalah seorang pendusta dan kalian tidak berada di atas apa pun’, dan kami telah kembali ke agama kami dan itu lebih mengagumkan kami dari pada agama kalian, semoga saja mereka menjadi ragu dan mengatakan: mereka sebelumnya bersama kita di awal siang, maka bagaimana keadaan mereka? Maka Allah memberitahukan hal itu kepada Rasul-Nya”. [Tafsir Ath-Thabari].

Abdurrahman ibn Zaid ibn Aslam al-Umari (rahimahullah) berkata; “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Janganlah sekali-kali menemui kami di tengah kota Madinah kecuali seorang mukmin.” Maka para pemimpin Yahudi mengatakan; “Pergilah dan katakanlah kami beriman dan ingkarlah ketika kalian kembali kepada kami”. Mereka datang ke Madinah di waktu pagi-pagi dan kembali kepada mereka setelah waktu ashar. Mereka apabila masuk ke kota Madinah mengatakan; “Kami adalah Muslim!” untuk mengetahui kabar tentang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan urusannya, orang-orang beriman mengira mereka adalah orang-orang mukmin, maka mereka (Orang-orang Yahudi yang menyamar_pent) berkata kepada mereka (orang-orang beriman_pent); “Bukankah dia telah berkata kepada kalian bahwa di dalam Taurat seperti ini dan ini…” maka mereka menjawab; “Tentu.” Dan apabila mereka kembali ke kaum mereka maka mereka berkata; {“Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu.”} [Al-Baqarah: 76] [Tafsir Ath-Thabari]. Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, BERITA, FATWA, FIRQAH, JIHAD, KHILAFAH, SYUBHAT

PERMULAAN AKHIR DARI DINASTI ALU SA’UD

Bismillahirrahmanirrahim

Yayasan Ar-Rabithah Menghadirkan

Permulaan Akhir Dinasti Alu Sa’ud

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas rasulullah, keluarga, sahabat dan orang yang loyal kepada mereka. Allah Ta’ala berfirman :

و لا تحسبن الذين قتلوا في سبيل الله امواتا بل أحياء عند ربهم يرزقون

{Dan janganlah engkau mengira orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka lagi diberi rezki} (Ali ‘Imran:  169).

Pemerintah MURTAD Alu Sa’ud telah membunuh sejumlah ulama terbaik dan mujahidin yang ditahan yang mereka menyuarakan Al-Haq, mengamalkannya, kufur terhadap thaghut, beriman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.

Mereka dibunuh karena mereka berkata Rabb kami adalah Allah. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

قتل الصبر لا يمر بذنب إلا محاه

“Orang yang terbunuh dalam kesabaran tidak ada dosanya melainkan akan dihapuskan”

Jika orang-orang terbaik itu dibunuh dan meraih kesyahidan, yang diidam-idamkan setiap mukmin yang jujur, di tangan thaghut Alu Sa’ud, mereka menyelesaikan hidupnya tanpa merubah dan kompromi dalam tauhid, maka kami katakan :

“Sesungguhnya mereka berpisah dengan dunia yang fana ini, karena ajal yang Allah tetapkan atas setiap jiwa, mereka keluar dari dunia ini dengan mengangkat kepala dan wajah berseri. Dan benarlah orang yang berkata:
“Wahai jiwa bila engkau tidak terbunuh niscaya engkau akan mati pula.”

Dan benarlah orang yang berkata :
“Siapa yang tidak mati dengan tebasan pedang, maka Ia akan mati dengan selainnya, di mana penyebab kematian itu banyak namun kematian itu satu.”

Maka saya mengharap kepada Allah Ta’ala dan merendah kepada-Nya dalam do’a agar menerima orang-orang yang dizalimi itu di barisan syuhada dan memasukkan mereka ke dalam Firdaus al-A’la.

Adapun kalian wahai para muwahhidin Jazirah Arab, wahai para cucu Muhajirin dan Anshar, tidakkah telah tiba bagi kalian untuk bangkit bersama-sama untuk melawan thoghut Alu Sa’ud dan anshornya yang murtad dari kalangan ulama murtad dan bala tentaranya yang kafir. Kalian telah melihat bagaimana para thoghut Alu Sa’ud memberikan berbagai macam siksaan pada orang-orang yang jujur tauhidnya di balik jeruji besi mereka yang keji sejak lama. Mereka berani menjulurkan tangan keji mereka kepada ulama dan saudara kita. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dalam membela dien kalian, tauhid kalian, kehormatan kalian, dan orang-orang yang dtindas yang tidak menemukan jalan hijrah.

Bangkitlah dan lawanlah bagaikan pria yang bersumpah kepada Rabbnya “Aku tidak selamat jika ia (musuh) selamat”.

Wahai orang yang memiliki ghirah bangkitlah dan bunuhlah ulama-ulama MURTAD yang telah menjual agama mereka dengan harga murah. Balaskanlah untuk ulama tauhid dan pemuda Islam yang telah mempersembahkan jiwa mereka di jalan Allah dan mendedikasikan hidup mereka untuk membela tauhid dan pengusungnya.

Wahai Ahluttauhid di Jazirah Arab.

Fokuskan untuk membunuh para ulama Alu Sa’ud yang MURTAD karena mereka telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, agama dan umat Islam. Karena mereka adalah bagian dari penyangga pemerintah musyrik kafir Alu Sa’ud. Fokuskan kepada mereka dan gantilah rasa aman mereka yang dicampuri kekafiran dan kemusyrikan itu dengan rasa ketakutan.

Wahai orang yang dikungkung oleh udzur di negeri dua kota suci dan tidak mampu hijrah, maka bangkit dan bunuhlah alim keji dari ulama Alu Saud yang murtad.

Ketahuilah bahwa itu adalah termasuk jihad yang diberkahi dan engkau akan mendapat pahala yang besar di sisi Allah jika engkau ikhlas. Karena ulama yang membantu Alu Sa’ud dan pemerintahnya yang murtad itu meski dengan sepotong kalimat adalah murtad secara ta’yin. Dan bergembiralah dengan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam

لا يجتمع كافر وقاتله في النار أبدا
“Tidak akan berkumpul orang kafir dan pembunuhnya di neraka selamanya” diriwayatkan oleh Muslim.
Adapun Alu Sa’ud yang kafir, maka mereka telah menenggak gelas berakhirnya mereka dengan membunuh para muwahhidin. Dan sungguh waktu lenyapnya mereka telah dekat bi idznillah Ta’ala.
Dan dengan membunuh muwahhidin, mereka telah melakukan kejahatan lain dan bertambah kufur. Hendaklah Alu Sa’ud mengetahui bahwa para muwahhid itu punya Rabb yang akan membela mereka.
إن الله يدافع عن الذين آمنوا إن الله لا يحب كل خوان كفور

{Sesungguhnya Allah membela orang-orang beriman sesungguhnya Allah tidak menyukai pengkhianat lagi kafir} (Al-Hajj: 38). Dan Allah dengan qudrah-Nya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang keras.

Kemudian, hendaklah thaghut Alu Sa’ud mengetahui bahwa para muwahhidin yang telah meraih syahadah itu memiliki Daulah yang mana amirnya telah bersumpah untuk membalaskan dendam mereka, memotong tangan-tangan jahat yang membunuh muslim di muka bumi.

Hendaklah thaghut Alu Sa’ud dan ulamanya mengetahui bahwa kaum muslimin telah mengetahui bahwa kalian itu adalah orang-orang kafir murtad, para pengkhianat, serta perpanjangan tangan Yahudi Nasrani dan kaum musyrik. Dan muwahhid tidak tertipu dengan kalian dan tidak mendengar ulama kalian yang murtad lagi dusta.

Jika pemerintah Alu Sa’ud membunuh ulama tauhid wal jihad, sungguh orang-orang zalim sebelum mereka telah melakukan apa yang dilakukan thoghut Saudi.

Sungguh Al-Hajjaj bin Yusuf telah berani membunuh tabi’in mulia, Said bin Jubair rahimahullah. Dan Said bin Jubair telah mendoakannya, maka Al-Hajjaj mati tidak lama dari kesyahidan Said bin Jubair, hanya berjarak beberapa hari.

Maka saya berdoa sebagaimana Said bin Jubair rahimahullah:
Ya Allah janganlah Engkau kuasakan Alu Sa’ud terhadap seorang muwahhid pun setelah mereka membunuhi para ulama dan muwahhidin itu.

Ya Allah siksalah Alu Saud yang kafir dan ulamanya yang murtad serta tentara kafirnya.

Abu Abdillah As-Sunny Al-Kurdy

Alih bahasa : Abu Bakar Al-Qahthany
Murajaah: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

Channel Yayasan Ar-Rabithah

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, JIHAD, TAUHID

BAHKAN MEREKALAH TERORIS SESUNGGUHNYA

Oleh: Abu Usamah JR
Editing: Tim Millah Ibrahim
======+++=====

Tatkala umat ini tengah memasuki era akhir zaman yang penuh fitnah, terjadilah seperti apa yang dikabarkan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu. Di mana umat ini laksana hidangan makanan di atas nampan yang diperebutkan oleh manusia dari segala penjuru. Mewabahnya penyakit al wahn (cinta dunia takut mati) itulah yang menjadi pangkal datangnya hukuman dari Allah kepada umat ini berupa kondisi tersebut. Izzah umat ini tercabut di hadapan musuh-musuhnya, timbullah keberanian dari kaum kafir untuk memerangi kaum muslimin.

Dan sudah hampir seratus tahun umat ini dalam keadaan demikian, yaitu seumpama hidangan yang menjadi rebutan. Berbagai upaya dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan umat ini. Dan salah satu dari upaya tersebut adalah dirancangnya sebuah makar dengan grand design bernama perang melawan terorisme. Ini grand design yang sepintas cukup cantik dan populer karena yang menjadi target penghancuran adalah pelaku kejahatan bernama teroris. Tapi di balik kemasan indah tersebut tersimpan misi licik yang sesungguhnya, yaitu perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Fakta bahwa isu perang melawan terorisme pada hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin adalah fakta yang tak terbantahkan. Di mana tidak ada satupun kelompok perlawanan bersenjata di dunia ini yang disebut teroris kecuali dia pasti adalah kelompok Islam. Adapun segala bentuk tindakan kriminal dari penyerangan sampai genocide terhadap kaum muslimin oleh kaum kafir tidak pernah disebut tindakan terorisme. Bahkan upaya mempertahankan dan membela diri kaum muslimin dari kejahatan kaum kafir tidak pernah dibenarkan oleh dunia dan akan disebut tindakan terorisme. Inilah wajah sebenarnya dari isu perang melawan terorisme yang hari ini di bawah komando setan besar bernama Amerika Serikat.

Hakikat isu perang melawan teroris adalah perang terhadap kaum muslimin secara nyata juga bisa dilihat di negeri berpenduduk muslim terbesar bernama Indonesia. Tatkala kaum muslimin menjadi korban pembantaian kaum Nasrani seperti di Ambon, Tobelo dan Poso, tidak pernah penguasa kafir negeri ini yang menyebut bahwa itu adalah tindakan terorisme. Namun sebaliknya tatkala kaum muslimin bangkit melawan kedzaliman tersebut, maka dengan sigap aparat kafir negeri ini akan menyebutnya sebagai tindakan terorisme dan menindaknya dengan keras dan sadis. Dan fakta lainnya adalah tidak ada satupun individu atau kelompok di luar Islam yang disebut sebagai teroris.

Inilah sebagian fakta tindakan teror oleh kaum nasrani di indonesia tapi tidak disebut sebagai tindakan terorisme:

1. Pengeboman/peledakan Mall Alam Sutera pada tanggal 9 Juli 2015 dan tanggal 28 Oktober 2015. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumala (29 tahun ), agama Kristen. Bahan peledak Triaceton Triperoxide (TATP), daya kecepatan ledakan 5.400 meter/detik, kategori high explosive. Pelaku meletakkan bom sebanyak empat buah pada bulan juli dan oktober 2015. Korban 1 orang mengalami luka parah. Meskipun faktanya demikian namun karena pelaku bukan seorang muslim maka Polisi tidak menyebutnya sebagai teroris dan tidak dijerat dengan undang-undang anti terorisme.

2.Penyerangan terhadap jama’ah sholat Iedul Fitri di Tolikara, Papua, pada 17 juli 2015 oleh massa kristen GIDI (Gereja Injil Di Indonesia ). Dalam penyerangan tersebut sebuah masjid ludes terbakar, puluhan rumah dan toko milik kaum muslimin turut menjadi korban tindakan teroris tersebut. Penyerangan dipimpin oleh Pendeta Martin Jingga. Namun karena pelakunya adalah massa Kristen maka tidak disebut teroris. Bahkan para pelaku penyerangan yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit dikunjungi serta diberi santunan oleh Menteri Sosial dan oleh Gubernur Papua. Sementara itu para pemimpin organisasi penyerangan, yaitu GIDI diundang sebagai tamu kehormatan ke istana negara oleh presiden Jokowi.

3. Penyerangan Mapolsek Sinak, kabupaten Puncak, Papua pada 27 desember 2015. Korban tewas 3 orang anggota polisi, pelaku juga merampas 7 pucuk senjata. Karena diduga kuat pelaku penyerangan adalah OPM (Organisasi Papua Merdeka ) sebuah organisasi sparatis Kristen, maka tidak disebut tindakan terorisme. Bahkan dengan cepat Kapolda Papua menyebut penyerangan tersebut kriminal murni bukan tindakan terorisme dan tidak terkait dengan organisasi teroris.

Bandingkan dengan penangkapan terhadap aktifis Islam di Mojokerto, Solo dan Tasikmalaya pada hari yang hampir bersamaan dengan penyerangan Mapolsek Sinak. Hanya dengan barang bukti pipa paralon dan paku serta merta polisi menetapkan mereka sebagai teroris, hal tersebut dikarenakan para tersangka adalah muslim yang berjenggot dan istrinya mengenakan cadar.

Maka dengan secuil fakta tersebut terungkaplah motif sesungguhnya dari isu perang terhadap teroris yang dikomandani oleh Amerika dan diikuti oleh penguasa kafir dan murtad di dunia ini. Bahwa hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Jika para penguasa kafir dan murtad memiliki definisi sendiri tentang siapa teroris, maka Al-Qur’an juga memiliki definisi tersendiri tentang siapa teroris. Dan sebagai kaum muslimin yang mengaku berpedoman dengan Al-Qur’an,maka petunjuk alqur’an tentang definisi teroris yang kita ikuti adalah definisi alqur’an.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS Al-Maidah :33).

Kesimpulan dari ayat diatas adalah, bahwa teroris adalah siapa saja yang memerangi Allah dan Rasul-Nya serta membuat kerusakan di muka bumi. Dan bentuk nyata dari memerangi Allah di antaranya adalah:
1. Melenyapkan hukum Allah dari kehidupan dan menggantinya dengan hukum buatan manusia.
Perbuatan ini jelas adalah bentuk peperangan nyata terhadap Allah ‘azza wa jalla. Dimana mereka melakukan hal tersebut didukung dengan perangkat lunak dan perangkat keras berupa senjata dan angkatan perang. Seluruh perangkat tersebut digunakan untuk mempertahankan eksistensi hukum buatan manusia dan mencegah tegaknya hukum Allah. Inilah yang dilakukan oleh para penguasa kafir dan murtad di berbagai negara di dunia ini. Untuk penguasa model ini Allah mengatakan,
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (QS Ash-Shaf: 8).
2. Melarang penampakan syiar-syiar agama Allah dalam kehidupan dan memberi kebebasan penampakan syiar-syiar agama kekafiran.
Contoh nyata dalam hal ini adalah larangan mengenakan niqab bagi muslimah di Prancis dan larangan melaksanakan puasa bagi kaum muslimin pada bulan Ramadhan oleh pemerintah Komunis China. Sementara itu Prancis melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah, melegalkan khamar dan seks bebas.
Contoh lain adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang menutup situs-situs berita online yang menyeru kepada tauhid dan membiarkan situs-situs yang dikelola kelompok kafir dan murtad seperti Syiah dan Ahmadiyah. Dan bersamaan dengan itu situs-situs dengan konten pornografi dibiarkan eksis dan dengan mudah bisa diakses. Adapun diantara bentuk peperangan terhadap Rasulullah adalah:
1. Melestarikan perbuatan bid’ah dan memperolok-olok sunnah Rasulullah.
Contoh nyata dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh seorang kyai yang menyebutkan bahwa jenggot itu bisa mengurangi kecerdasan seseorang. Sehingga semakin panjang jenggot seseorang maka akan semakin bodoh orang tersebut. Sementara sang kyai tersebut adalah penyeru dan penghidup bid’ah serta menjadi pembela Syiah Rafidhoh.
Atau juga seperti orang-orang yang menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahan dan bernegara dengan meninggalkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Termasuk juga orang-orang yang aktif mengkampanyekan gaya hidup orang kafir dan menyebut sunnah Rasulullah sebagai sesuatu yang usang dan ketinggalan zaman.
2. Melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah.
Contoh dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Prancis, Amerika dan Denmark yang membolehkan para kartunis membuat karikatur yang menghina Rasulullah.
3. Melindungi kelompok yang meyakini ada nabi setelah Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang melindungi keberadaan kelompok murtad Ahmadiyah. Di antara pokok keyakinan dari Ahmadiyah adalah membenarkan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Dengan mengatasnamakan kebebasan beragama dan berkeyakinan, pemerintah Indonesia melindungi keberadaan Ahmadiyah dan membiarkannya berkembang. Dengan sikap pemerintah yang seperti ini jelas merupakan bentuk permusuhan dan perang terhadap Rasulullah.
Adapun di antara perbuatan membuat kerusakan di muka bumi adalah:
1. Memaksakan kaum muslimin untuk hidup dibawah aturan dan sistem diluar islam.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah murtad Republik Indonesia yang memaksa kaum muslimin untuk diatur dengan sistem demokrasi dan dengan hukum KUHP buatan penjajah Belanda. Serta memaksakan Pancasila sebagai agama persatuan yang wajib diajarkan kepada anak-anak kaum muslimin di sekolah-sekolah. Dengan perbuatan tersebut jelas membuat kerusakan di muka bumi. Sebab ini adalah perbuatan yang merusak fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah diatas dasar Islam. Dan perbuatan ini juga merusak tujuan hidup manusia diciptakan yaitu untuk mentauhidkan Allah.
2. Membungkam para penyeru dakwah tauhid.
Menutup situs-situs Islam yang menyeru kepada kemurnian tauhid yang dilakukan oleh pemerintah thoghut Indonesia adalah termasuk kejahatan dan kerusakan di muka bumi. Demikian juga tindakan mengawasi dan memata-matai para da’i penyeru tauhid sehingga dakwah tauhid tidak tersampaikan kepada umat adalah tindakan permufakatan jahat yang dilakukan oleh aparatur thoghut di negeri ini. Sebab dengan upaya thoghut tersebut kaum muslimin terus dalam keadaan tersesat dan tertipu dengan ideologi kafir yang meliputi kehidupan mereka. Dan tidak ada kerusakan yang lebih besar di muka bumi ini melebihi dipimpinnya kaum muslimin oleh para thoghut yang memutuskan perkara diantara mereka dengan hukum buatan manusia.
3. Memerangi para muwahidin dan mujahidin yang berjuang untuk tegaknya dienullah.
Inilah puncak kejahatan dan kerusakan dimuka bumi yang dilakukan oleh para teroris. Yaitu memerangi para pejuang islam yang hendak menghancurkan ideologi kekafiran dan menegakkan dienullah di muka bumi.Mereka (para penguasa kafir dan murtad) menyebut para mujahidin telah melakukan permufakatan jahat karena ingin menegakkan dienullah. Padahal para thoghut itulah yang melakukan permufakatan jahat dengan memberlakukan hukum kafir dan melarang berlakunya hukum islam.
Jadi sesungguhnya para penguasa kafir dan murtad beserta bala tentara dan pendukungnya itulah teroris yang sebenarnya.Dan antara para teroris dan kaum muslimin Allah menetapkan adanya permusuhan dan peperangan sebagaimana firmanNya,
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”. (QS An Nisa :76).
Maka kewajiban bagi setiap kaum muslimin untuk memerangi para teroris tersebut agar dienullah tegak di muka bumi dan kekafiran beserta pendukungnya lenyap dan dihinakan. Dan kini telah tiba masa untuk memerangi para teroris tersebut.
Allahu musta’an

Filed under: Uncategorized

Pidato Amirul Mukminin : “Maka Tunggulah Sesungguhnya Kami Menunggu Bersama Kalian”

Bismillahirrahmanirrahim

Muassasah Al Furqan Media Produksi

Menghadirkan

Audio Amirul Mukminin Abu Bakar Al Husainiy Al Qurasyi Al Baghdadiy -hafidzahullah-

Dengan judul

“Maka Tunggulah Sesungguhnya Kami Menunggu Bersama Kalian”

Alih bahasa Mowahhed Militant

Muraja’ah: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

 

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan keburukan jiwa kami, dan dari kejelekan-kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah hamba dan Rasul-Nya.

Amma Ba’du: Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, BERITA, FATWA, FIQH, FIRQAH, JIHAD, KHILAFAH, MANHAJ

Bagi Siapa Yang Bertanya Siapa Saja Ulama Yang Mendukung Daulah Islamiyah

Pertama pertama kali haruslah engkau tahu wahai orang yang malang bahwa ulama-ulama layar kaca bukanlah ulama rabbani! Tapi mereka adalah ulama syaithan (penyeru pada pintu jahannam) sebagaimana yang dicirikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, siapa yang mengikuti mereka maka tidak akan masuk kecuali ke dalam jahannam yang mereka ajak ke dalamnya.

Adapun ulama rabbani tidak akan diberi kesempatan untuk muncul di televisi karena mereka tidak diridhai thoghut. Maka tidak ada yang diizinkan untuk tampil di layar melainkan untuk menyuarakan kekafiran dan kefajiran, melainkan untuk para pendukung thoghut.

Kedua : Daulah Islamiyah memiliki badan syar’i yang anggotanya semua dari ulama rabbani, terutama Syaikh Turki Al-Bin’aly, Malik An-Nasywan rahimahullah yang terbunuh bulan lalu. Beliau adalah seorang alim yang menonjol di negeri dua kota suci. Beliau pun dahulu adalah penanggungjawab di badan pengadilan syar’i di Biladul Haramain. Begitu juga Syaikh Umar Alu Zaidan hafizhahullah. Beliau termasuk ulama Yordania dan sahabat Abu Mush’ab Az-Zarqawy rahimahullah. Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, JIHAD, KHILAFAH, MANHAJ, SALAFY, SYUBHAT

Para Pecinta Daulah Islam:

"أن هؤلاء الذين يعتذرون بالتكفير إذا تأملتهم إذا أن الموحدين أعداؤهم يبغضونهم ويستثقلونهم ، والمشركون والمنافقون هم ربعهم الذين يستأنسون إليهم..."

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (mua'yyan) itu, bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahhidin itu adalah musuh mereka, di mana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka itu, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justeru adalah kawan-kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu..." (Ad Durar As Saniyyah 10/91).

[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]

Pages

Katagori

Masukan alamat email anda untuk mendapat pemberitahuan tulisan terbaru dari blog ini

Join 611 other followers

free counters

Kalender Daulah (Rabi’ al-Awwal)


Infaq


Bantulah Dakwah Tauhid Dengan Infaq Anda, Karena Selain Untuk Blog Ini, Infaq Anda Untuk Kebutuhan Dakwah Tauhid.

Tulisan Terakhir

Tulisan Lainnya


Statistik Kunjungan

  • 2,302,778 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 611 other followers

%d bloggers like this: