Jihad Menegakkan Tauhid & Membela Khilafah

Icon

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…" (Al-Mumtahanah: 4)

MENGHAPUS SIMBOL – ABU MUSH’AB AS-SURI

  الحمد لله الكبير المتعال، والصلاة والسلام على الضحوك القتال، وعلى أهل بيته الطيبين الأطهار، وبعد

Sesungguhnya di antara nikmat Allah Ta’ala yang dikaruniakan terhadap umat Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam adalah Dia akan memperbaharui bagi mereka jama’ahnya dan imamahnya, dan melalui pembaharuan ini Dia menghancurkan berhala-berhala yang diagungkan, dan juga menghapus simbol yang dikuduskan. Kita sejak puluhan tahun dan sejak masa kanak-kanak telah dicekoki faham bahwa pembaharu dien ini di abad yang lalu adalah al-Bana, Rasyid Ridha, al-Maududi, an-Nabhani, al-Kandahlawi dan selain mereka dari para “imam-imam” jahmiah, tasawuf, dan pengikut logika, bahkan dari mereka para penyeru demokrasi dan nasionalisme dengan label “Islam”. Na’udzu billah.

Dan meskipun tidak ada bayi yang terlahir kecuali dalam keadaan fithrah, hanya saja orang tua telah menancapkan simbol-simbol dan berhala-berhala ini ke dalam hati anak-anak, hingga jiwa mereka tidak terima jika simbol-simbol ini direndahkan, walau simbol-simbol ini telah jauh tersesat dan mati di atas apa yang mereka serukan.

Dan di antara nikmat Allah – Jalla wa ‘Ala –  adalah dengan menghancurkan sebagian simbol ini dari hati makhluk, dan menjadikan kehancurannya melalui pedang-pedang dan senjata Khilafah dan melalui lisan dan pena para tentaranya, mereka tidak mengecualikan satu simbol pun dari sombol-simbol sesat, mereka runtuhkan berhala al-Ikhwan al-Murtaddin hingga berhala “Salafi Jihadi”. Namun, karena sebagian kaum telah mengecap simbol-simbol ini dan telah menyerap ke dalam hati mereka melalui didikan para “pembesar” mereka, hingga jiwa mereka tidak terima dengan penghancuran yang terus menerus ini.

Maka siapa “Hakim Umat” si dungu yang mengucapkan selamat kepada revolusi “yang dibawa oleh Muhammad Mursi” dan tidak mengkafirkan kaum Rafidhah musyrik lagi najis, bahkan berdebat membela mereka dan menjadikan pena dan lisannya sebagai tameng pelindung dari siapa yang mengincar mereka dengan bom dan sabuk peledak, juga berdebat membela Shahawat Saluliah, nasionalis demokratis dan menyebut mereka sebagai “Mujahidin mulia”, dan menyebut kaum kristen Mesir muharib sebagai “mitra sebangsa”, di saat yang sama menyebut muwahhid mujahid sebagai “neo-Takfiri ekstrim”, meminta mereka untuk keluar dari Syam, kemudian menutup kekufurannya dengan membai’at pembantu intelijen Pakistan, si Dajjal yang telah merilis Statemen Nasionalis mengatas namakan pemimpinnya yang telah meninggal, sekaligus memperlihatkan sikap loyal kepada Thaghut Qatar, Rafidhah Iran dan pemimpin-pemimpin kufur lainnya, dan si dungu Zhawahiri  ini tidak malu untuk menyatakan konsistensinya dengan membai’at kelompok nasionalis yang menolak dengan kekuatan (mumtani’ah bisy-syaukah) syariat yang zhahir dan mutawatir.[1] Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, Bayan, FIRQAH, JIHAD, KHILAFAH, MANHAJ, MURJI'AH, SALAFY, SYIRIK, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 6 (Habis)

Bid’ah

 

Bid’ah secara bahasa yaitu membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Berkata Abul Baqoo’ al-Kufawiy, “Setiap amalan yang tidak ada contoh sebelumnya, maka itu adalah bid’ah” (al-Kuliyaat), hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala :

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Allah Pencipta langit dan bumi” (al-Baqarah : 117), Yaitu Allah-lah yang menciptakan keduanya (langit dan bumi) tanpa adanya contoh sebelumnya. Dan juga Allah Ta’ala berFirman ;

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ

“Katakanlah: ‘Aku bukanlah yang membuat bid’ah di antara rasul-rasul.” (Al Ahqaf : 9), maksudnya aku bukanlah Rasul pertama yang diutus ke dunia ini.

Bid’ah secara istilah, al Imam asy-Syathibi rahimahullah berkata :

طَرِيْقَةٌ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا مَا يُقْصَدُ بِالطَّرِيْقَةِ الشَّرْعِيَّةِ

“Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah).” (Al I’tisham) Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, FIRQAH, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, Uncategorized, , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 5

Rukun Iman & Rukun Islam

Rukun-Rukun Iman

Rukun-rukun iman, yaitu :

  1. Iman kepada Allah

Dan penjelasan mengenai ini sudah dijelaskan pada bab sebelumnya.

2. Iman kepada para Malaikat

Yaitu pembenaran yang pasti dan mantab, bahwa Allah Ta’ala memiliki para Malaikat yang diciptakan dari cahaya. Dan bahwa para malaikat itu para hamba-hamba Allah yang dimuliakan dan yang selalu bertasbih mensucikan Allah siang dan malam, dan bahwa mereka itu tidak pernah bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang di perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan setiap apa yang diperintahkan kepada mereka. Mereka itu tidak seperti manusia dimana mereka tidak makan,[1] tidak minum, tidak tidur dan tidak berketurunan dan mereka itu mengerjakan tugas-tugas yang beraneka ragam dimana Allah menugaskan mereka untuk mengemban tugas-tugas tersebut. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, FIRQAH, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 4

Pembatal-Pembatal Keislaman

(Nawaqhidhul Islam)

 

Sesungguhnya pembatal-pembatal keIslaman itu banyak sekali, yang mana para ulama telah menjelaskan dalam kitab-kitab fiqh dalam bab Riddah (murtad). Akan tetapi Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menuturkan hanya sepuluh dari pembatal-pembatal keislaman itu dikarenakan hal ini yang sering dan paling banyak terjadi.

Nawaqidh itu jama’ dari kata naaqidh dan lawannya ibram yaitu keterjalinan. Sedangkan an-naqdhu itu adalah penguraian,[1] bila mengurainya atau membatalkannya setelah terjalin dan terikat.

Dan pembatal itu bisa sifatnya hissi atau sesuatu yang bisa diindra atau diraba, dan juga sifatnya maknawi atau abstrak.

Yang sifatnya bisa diindra seperti mengurai tali atau mengurai rambut yang diikat, dan yang sifatnya maknawi seperti menggugurkan perjanjian atau batalnya wudhu. Di karenakan orang bila melakukan sesuatu yang diperintahkan dan dia komitmen kepada hal tersebut maka hal itu seperti mengikat diri dengannya, kemudian bila dia mendatangkan Sesuatu yang menyelisihinya dari pondasinya maka dia seperti orang yang menguraikannya dan membatalkannya. Inilah bentuk mendudukan yang sifatnya maknawi kepada kedudukan yang sifatnya bisadi indra supaya bisa dipahami dan maknanya bisa dicerna oleh segenap pikiran orang yang mendengar. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Bayan Pusat Dewan Syariah Daulah Islamiyyah Mengenai Tanzhim al-Qaeda Suriah

Daulah Islamiyyah

Kantor Pusat Urusan Pengawasan Dewan Syariah

=======================

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ

“Dan demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat agar supaya jelas jalan orang-orang pendosa” (Al-An’am:55)

Sesungguhnya Tanzhim al-Qaeda Suriah (Jabhatun Nusrah) serta yang bersamanya di dalam muaskar faksi faksi yang diperangi oleh Daulah Islamiyyah, mereka adalah kelompok yang menolak dengan kekuatan (tha’ifah mumtani’ah bi syaukah) dari penegakan syariat Allah dan membantu kaum murtaddin yang berusaha mendirikan negara kufur “Demokrasi Sipil”. Mereka berperang bersama dalam satu parit untuk memerangi Daulah Islamiyyah yang mana tidak ada satu orang pun yang ragu bahwa dia (Daulah Islamiyyah_pent) menegakkan hukum syari’at. Mereka juga memotifasi untuk memerangi Daulah dengan berbagai cara, dan mencabut kekuasaannya dari muka bumi untuk mengganti syari’at Allah yang ditegakkan di dalamnya dengan syari’at jahiliyyah dan hukum buatan, dan itu semua dilakukan di bawah payung kampanye perang Salib terhadap Khilafah Islamiyyah. Dan pembatal-pembatal ini, juga pembatal lainnya, yang telah terjatuh ke dalamnya seluruh faksi yang menisbatkan dirinya kepada Syariat dan Jihad namun masih tetap bersama dalam muaskar kaum murtaddin yang memerangi pasukan Khilafah, dan belum juga meninggalkan mereka serta mengumumkan sikap bara’ dari mereka dan dari kekufuran mereka, bahkan justru masuk ke dalam persekutuan mereka dan meramaikan mereka, ini semua adalah kedzaliman di atas kedzaliman. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, Bayan, FATWA, FIRQAH, JIHAD, MANHAJ, TAKFIR, TAUHID, , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 3

Syarat-Syarat Laa Ilaaha Illallah

(Syuruth Laa ilaaha illallah)

 

Syarat-syarat Laa ilaaha illallah adalah :

  1. Al-ilmu

Yaitu mengetahui maknanya baik dari sisi penafian dan penetapan, tidak sah syahadat seseorang jika tidak mengetahui makna Laa ilaaha illallah. Ilmu itu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan apa yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti. Dalil syarat Laa ilaaha illallah harus mengilmunya sebagaimana firman Allah Ta’ala :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (Muhammad : 19) Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FIRQAH, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 2

Tiga Hal Pokok

(Ushul Tsalatsah)

Tiga Hal Pokok Yang Wajib Dipelajari Oleh Muslimin Dan Muslimah

Ilmu itu adalah lawan dari kebodohan, dan ilmu itu adalah mendapatkan sesuatu apa adanya dan pengetahuan yang mantap, tapi jika mengetahui sesuatu tidak sesuai dengan sebenarnya itu disebut jahil murokkab[1]. Ilmu secara syari’at adalah mengetahui tuntunan dengan dalilnya.

Al Ushul itu jama’ dari kata ashlin, dan secara bahasa yaitu dibawah sesuatu dan pondasinya. Dan secara istilah adalah sesuatu yang mana hal lain dibangun di atasnya.

Tiga Pondasi Pokok (Ushul Tsalatsah) ini adalah pokok diin yang mana seluruh diin ini dikembalikan kepada hal tersebut dan memiliki cabang-cabang darinya. Ushul Tsalatsah ini disarikan dari kalam Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Sebagaimana yang telah ada dalam Musnad Imam Ahmad dan asalnya ada dalam Ash Shahihain dari Bara’ bin ‘Azib dan yang lainnya dari kalangan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam hadits tentang pertanyaan di alam kubur yang panjang : “Maka si mayit ini didatangi pihak yang datang (malaikat), maka berkata kepada si mayit : “Siapa Rabbmu?, apa agamamu? dan siapa nabimu?”, maka si mayit mengatakan “Rabbku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad,” lalu malaikat berkata mayit tersebut : “Engkau benar”. Itu adalah pertanyaan terakhir yang disodorkan kepada orang mukmin. Dan adapun orang munafik atau orang yang bimbang (ketika di tanya hal tersebut) maka dia mengatakan “haah haah, saya tidak tahu. Saya mendengar manusia mengatakan sesuatu maka sayapun mengatakannya”. Maka dia dipukul dengan godam dari besi, didengar oleh segala sesuatu kecuali oleh manusia, seandainya manusia mendengar tentu dia pingsan”. Sehingga wajib bagi setiap mukallaf[2]mempelajari ushul-ushul ini dan mengenalnya dan meyakininya serta mengamalkan apa yang ditunjukkannya secara dlahir dan bathin. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FIRQAH, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , ,

Kurikulum Tauhid Bag. 1

Syarah Kitab

Muqarrar Fit Tauhid

(Kurikulum Tauhid)

Di Terbitkan Oleh :

Hay’atul Ifta’ wal Buhuts Fii Daulah Islamiyah

Di Syarah oleh :

Al-Ustadz Abu Sulayman Arkhabiliy hafizhahullah

Di susun oleh :

Syaifurrahman Arkhabiliy

Di Publikasikan oleh :

Arkhabiliy Press

 ——————————–

Pendahuluan

Segala puji hanya bagi Allah semata pengatur semesta alam, shalawat serta sallam atas Nabi yang mulia dan yang diutus Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya, para sahabatnya dan seluruhnya wa ba’du, Allah memudahkan dalam menyusun kitab ini.

Kitab Muqarrar Fit Tauhid (Kurikulum Tauhid) ini di terbitkan oleh Hay’atul Ifta’ wal Buhuts di Daulah Islamiyah. Syarah kitab ini diusun dan di transkrip dari isi ceramah al-Ustadz Abu Sulaiman Arkhabiliy hafizhahulloh, dimana kitab ini adalah merupakan buku panduan bagi Junud Khilafah dan Anshar Khilafah dalam memahami perkara Tauhid dan mengenal manhaj Daulah Islamiyah. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FATWA, FIRQAH, JIHAD, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, Uncategorized, , , , ,

“DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA”

MUASSASAH AL-FURQAN
Mempersembahkan:

Pidato Syaikh Mujahid

Abu Muhammad al-‘Adnani asy-Syami (hafizhahullah)

Dengan judul:

“DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA”

Alih Bahasa: Usdul Wagha

Format VIDEO

Download format PDF

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat Maha Perkasa, shalawat serta salam tercurah kepada yang telah diutus dengan membawa pedang untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Amma ba’du;

Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Al-Mujadilah: 20-21]

Allah juga berfirman tentang kaum Yahudi

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-A’raf: 167]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, maka kaum muslimin memerangi mereka, hingga ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon, maka berkatalah batu atau pohon itu; ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini di belakangku ada orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia.”

Dan juga diriwayatkan olehnya bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga orang-orang Romawi akan singgah di A’maq, maka keluarlah kepada mereka sekelompok orang dari Madinah yang termasuk penduduk bumi terbaik ketika itu, ketika mereka telah berbaris saling berhadap-hadapan, orang Romawi berkata; ‘Tinggalkanlah kita dan orang-orang yang telah menjadikan di antara kita budak, biar kami memerangi mereka’. Maka kaum muslimin menjawab; “Tidak, Demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian dan saudara-saudara kami.” Maka kaum muslimin pun memerangi mereka (orang Romawi) hingga sepertiga dari kaum muslimin hancur (lari), Allah tidak menerima taubat mereka selamanya. Sepertiga lagi gugur, mereka adalah sebaik-baik syuhada di sisi Allah. Dan sepertiga sisanya tidak akan mendapat fitnah selamanya, mereka akan mencapai Konstantinopel dan menaklukkannya.”

Maka celakalah kalian hai orang-orang salib!

Kemudian celakalah kalian hai orang-orang Yahudi!

Setiap kali kalian merasa hebat dan tinggi, kemudian kalian berlebih-lebihan dan melebihi batas, maka Allah datangkan dari arah yang tidak kalian duga, datanglah hamba-hamba-Nya yang menimpakan kepada kalian siksaan yang sangat buruk.

Inilah yang dijanjikan oleh Rabb kami kepada kami, dan Dia tidak pernah menyalahi janji.

Amerika yang lemah dan sekutu-sekutunya mengira bahwa mereka telah berhasil membuat takut kaum mukminin, atau menang atas mujahidin.

Tidak!

Persekutuan Salibis telah datang 13 tahun yang lalu ke Iraq, mengira bahwa mereka tidak dapat dikalahkan siapapun, dan mengira bahwa kekuatan ada pada jumlah dan senjata, kemudian tidak berjalan kecuali beberapa hari hingga si bodoh Bush mengumumkan penghentian operasi militer dan menyatakan perang telah selesai dan mereka telah menang. Dia mengkhayal, berdusta dengan penuh keangkuhan dan kesombongan!

Maka kami beritahukan bahwa perangnya belum juga dimulai! Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, BERITA, JIHAD, KHILAFAH, TAUHID

Nukilan Ijma Dalam Materi Tauhid

Nukilan Ijma Dalam Materi Tauhid

Di pengasingan ini saya ingin menuangkan nukilan-nukilan ijma yang ada didalam benak ini yang berkaitan dengan permasalahan tauhid dan manhaj.

Kaitan Hakikat Islam

  1. Ibnu Hazm rahimahullah berkata : “Dan seluruh penganut islam mengatakan, Setiap orang yang menyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang tidak ada keraguan didalamnya, dan dia mengucapkan dengan lisannya ‘Laa ilaaha illallah wa ana Muhammad Rasulullah’ dan (menyakini) bahwa ajaran yang dibawa Rasul itu benar, serta dia berlepas diri dari setiap dien (agama, idiologi, falsafa, aturan hidup, undang- undang, sistem atau hukum) selain dien muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka sesungguhnya dia itu orang muslim, mu’min dan tidak ada atas dia selain itu. (Al Fashl : 4/35).
  2. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Dan telah diketahui secara pasti dari dien Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam dan telah disepakati oleh umat ini bahwa pokok dasar Islam dan hal yang paling pertama yang di perintahkan kepada mahluk ini adalah syahadat Laa ilaaha illallah wa ana Muhammad Rasulullah, dimana dengan hal itu orang kafir menjadi muslim, musuh menjadi kawan dan orang yang halal darah dan hartanya menjadi terlindungi harta dan darahnya. Kemudian bila hal itu muncul dari lubuk hatinya maka dia telah masuk dalam predikat iman, namun bila dia mengucapkan dengan lisannya tanpa disertai batinnya maka dia itu berada pada jajaran dzahir Islam tidak pada batinnya iman. (Ibnu Taimiyyah) berkata: Dan adapun bila dia tidak mengucapkannya padahal dia itu mampu, maka dia itu kafir lahir dan batin berdasarkan kesepakatan para kaum muslimin. (ini) menurut salaf umat ini, para imamnya dan jumhur para ulama.” (Diambil dari Fathul Majid : 91).
  3. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Adapun pengucapan syahadat tanpa disertai ma’rifah terhadap maknanya dan tanpa disertai pengamalan terhadap konsekuensinya, maka sesungguhnya hal itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma.” (Taisir Al Aziz Al Hamid : 53).
  4. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Adapun pengucapan syahadat dengan tanpa diaertai ma’rifah terhadap maknanya dan tanpa disertai keyakinan dan tanpa pengamalan terhadap apa yang dituntutnya berupa sikap bara’ dari syirik dan pengikhlasan ucapan dan amalan, yaitu ucapan hati dan lisan dan amalan hati dan anggota badan, maka itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma.”(Fathul Majid : 46).
  5. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan berkata juga : “Ulama baik salaf maupun khalaf dari kalangan sahabat, tabi’in, para imam dan seluruh Ahlussunnah telah berijma’ (sepakat) bahwa seseorang menjadi muslim kecuali dengan mengosongkan diri dari syirik akbar, dan berlepas diri darinya dan dari pelakunya, membenci mereka, memusuhi mereka sesuai kemampuan dan kekuatan, serta memurnikan seluruh amalan bagi Allah.” (Ad Durar As Saniyyah : 11/545).
  6. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata : “Ulama telah berijma bahwa barang siapa memalingkan sesuatu dari dua macam doa itu kepada selain Allah maka dia telah musrik walaupun dia itu mengucapka Laa ilaaha illallah, menunaikan shalat, shaum serta dia mengaku muslim.” (Ibthal At Tandid : 76).
  7. Syaikh Ali Khudlair fakkallahu asrah : “Dan sekedar pengucapan kalimat syahadat tanpa disertai ma’rifah terhadap maknanya dan pengamalan terhadap konsekuensinya berupa komitmen dengan tauhid, meninggalkan syirik akbar, dan kufur terhadap thahgut, maka sesungguhnya hal itu tidak bermanfaat menurut ijma.”(Al Haqaiq).

Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, FATWA, MANHAJ, TAUHID, , , , ,

Pelajaran Yang Harus Diketahui Oleh Orang-Orang Yang Mengenteng-Entengkan Kekafiran

Sekarang ini banyak muncul pemahaman-pemahaman aneh yang menganggap ringan pengucapan kekafiran atau melakukannya, baik dalam bentuk gurauan, ejekan, atau alasan maslahat dakwah dan jihad atau alasan dlarurat, padahal semua itu adalah bukan udzur dalam kekafiran dan bukan pula penghalang pengkafiran.

Simaklah nukilan-nukilan ini.

  • Imam Ibnu Nujaim rahimahullah berkata :

إن من تكلم بكلمة الكفر هازلا او لاعبا كفر عند الكل ولاعبرة باعتقاده.

“Sengguhnya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran seraya bergurau atau becanda, maka dia kafir menurut semua ulama, dan keyakinannya itu tidak di anggap” (Al Bahru Ar Ra’iq: 5/134)

Ya, dia kafir dan keyakinannya yang lurus menurut klaimnya tidak usah dihiraukan, katena Allah Ta’ala tidak menerima alasan itu pada orang-orang yang memperolok-olok Rasul dan para Sahabatnya saat mereka beralasan :

إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ

“Sesungguhnya kami hanya bercanda dan bermain-main” (At Taubah : 65).

Allah Ta’ala berfirman :

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Jangan kalian mencari alasan, sesungguhnya kalian telah kafir setelah kalian beriman” (At Taubah : 66). Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , ,

Bagi Siapa Yang Bertanya Siapa Saja Ulama Yang Mendukung Daulah Islamiyah

Pertama pertama kali haruslah engkau tahu wahai orang yang malang bahwa ulama-ulama layar kaca bukanlah ulama rabbani! Tapi mereka adalah ulama syaithan (penyeru pada pintu jahannam) sebagaimana yang dicirikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, siapa yang mengikuti mereka maka tidak akan masuk kecuali ke dalam jahannam yang mereka ajak ke dalamnya.

Adapun ulama rabbani tidak akan diberi kesempatan untuk muncul di televisi karena mereka tidak diridhai thoghut. Maka tidak ada yang diizinkan untuk tampil di layar melainkan untuk menyuarakan kekafiran dan kefajiran, melainkan untuk para pendukung thoghut.

Kedua : Daulah Islamiyah memiliki badan syar’i yang anggotanya semua dari ulama rabbani, terutama Syaikh Turki Al-Bin’aly, Malik An-Nasywan rahimahullah yang terbunuh bulan lalu. Beliau adalah seorang alim yang menonjol di negeri dua kota suci. Beliau pun dahulu adalah penanggungjawab di badan pengadilan syar’i di Biladul Haramain. Begitu juga Syaikh Umar Alu Zaidan hafizhahullah. Beliau termasuk ulama Yordania dan sahabat Abu Mush’ab Az-Zarqawy rahimahullah. Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, JIHAD, KHILAFAH, MANHAJ, SALAFY, SYUBHAT

Para Pecinta Daulah Islam:

"أن هؤلاء الذين يعتذرون بالتكفير إذا تأملتهم إذا أن الموحدين أعداؤهم يبغضونهم ويستثقلونهم ، والمشركون والمنافقون هم ربعهم الذين يستأنسون إليهم..."

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (mua'yyan) itu, bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahhidin itu adalah musuh mereka, di mana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka itu, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justeru adalah kawan-kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu..." (Ad Durar As Saniyyah 10/91).

[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]

Pages

Katagori

Masukan alamat email anda untuk mendapat pemberitahuan tulisan terbaru dari blog ini

Join 627 other followers

free counters

Kalender Daulah (Ramadlan)


Infaq


Bantulah Dakwah Tauhid Dengan Infaq Anda, Karena Selain Untuk Blog Ini, Infaq Anda Untuk Kebutuhan Dakwah Tauhid.


Tulisan Terakhir

Tulisan Lainnya

Statistik Kunjungan

  • 2,386,427 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 627 other followers

%d bloggers like this: