Jihad Menegakkan Tauhid & Membela Khilafah

Icon

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…" (Al-Mumtahanah: 4)

“DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA”

MUASSASAH AL-FURQAN
Mempersembahkan:

Pidato Syaikh Mujahid

Abu Muhammad al-‘Adnani asy-Syami (hafizhahullah)

Dengan judul:

“DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA”

Alih Bahasa: Usdul Wagha

Format VIDEO

Download format PDF

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat Maha Perkasa, shalawat serta salam tercurah kepada yang telah diutus dengan membawa pedang untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Amma ba’du;

Allah Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Al-Mujadilah: 20-21]

Allah juga berfirman tentang kaum Yahudi

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Al-A’raf: 167]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, maka kaum muslimin memerangi mereka, hingga ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon, maka berkatalah batu atau pohon itu; ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini di belakangku ada orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia.”

Dan juga diriwayatkan olehnya bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga orang-orang Romawi akan singgah di A’maq, maka keluarlah kepada mereka sekelompok orang dari Madinah yang termasuk penduduk bumi terbaik ketika itu, ketika mereka telah berbaris saling berhadap-hadapan, orang Romawi berkata; ‘Tinggalkanlah kita dan orang-orang yang telah menjadikan di antara kita budak, biar kami memerangi mereka’. Maka kaum muslimin menjawab; “Tidak, Demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian dan saudara-saudara kami.” Maka kaum muslimin pun memerangi mereka (orang Romawi) hingga sepertiga dari kaum muslimin hancur (lari), Allah tidak menerima taubat mereka selamanya. Sepertiga lagi gugur, mereka adalah sebaik-baik syuhada di sisi Allah. Dan sepertiga sisanya tidak akan mendapat fitnah selamanya, mereka akan mencapai Konstantinopel dan menaklukkannya.”

Maka celakalah kalian hai orang-orang salib!

Kemudian celakalah kalian hai orang-orang Yahudi!

Setiap kali kalian merasa hebat dan tinggi, kemudian kalian berlebih-lebihan dan melebihi batas, maka Allah datangkan dari arah yang tidak kalian duga, datanglah hamba-hamba-Nya yang menimpakan kepada kalian siksaan yang sangat buruk.

Inilah yang dijanjikan oleh Rabb kami kepada kami, dan Dia tidak pernah menyalahi janji.

Amerika yang lemah dan sekutu-sekutunya mengira bahwa mereka telah berhasil membuat takut kaum mukminin, atau menang atas mujahidin.

Tidak!

Persekutuan Salibis telah datang 13 tahun yang lalu ke Iraq, mengira bahwa mereka tidak dapat dikalahkan siapapun, dan mengira bahwa kekuatan ada pada jumlah dan senjata, kemudian tidak berjalan kecuali beberapa hari hingga si bodoh Bush mengumumkan penghentian operasi militer dan menyatakan perang telah selesai dan mereka telah menang. Dia mengkhayal, berdusta dengan penuh keangkuhan dan kesombongan!

Maka kami beritahukan bahwa perangnya belum juga dimulai! Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, BERITA, JIHAD, KHILAFAH, TAUHID

Nukilan Ijma Dalam Materi Tauhid

Nukilan Ijma Dalam Materi Tauhid

Di pengasingan ini saya ingin menuangkan nukilan-nukilan ijma yang ada didalam benak ini yang berkaitan dengan permasalahan tauhid dan manhaj.

Kaitan Hakikat Islam

  1. Ibnu Hazm rahimahullah berkata : “Dan seluruh penganut islam mengatakan, Setiap orang yang menyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang tidak ada keraguan didalamnya, dan dia mengucapkan dengan lisannya ‘Laa ilaaha illallah wa ana Muhammad Rasulullah’ dan (menyakini) bahwa ajaran yang dibawa Rasul itu benar, serta dia berlepas diri dari setiap dien (agama, idiologi, falsafa, aturan hidup, undang- undang, sistem atau hukum) selain dien muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka sesungguhnya dia itu orang muslim, mu’min dan tidak ada atas dia selain itu. (Al Fashl : 4/35).
  2. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Dan telah diketahui secara pasti dari dien Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam dan telah disepakati oleh umat ini bahwa pokok dasar Islam dan hal yang paling pertama yang di perintahkan kepada mahluk ini adalah syahadat Laa ilaaha illallah wa ana Muhammad Rasulullah, dimana dengan hal itu orang kafir menjadi muslim, musuh menjadi kawan dan orang yang halal darah dan hartanya menjadi terlindungi harta dan darahnya. Kemudian bila hal itu muncul dari lubuk hatinya maka dia telah masuk dalam predikat iman, namun bila dia mengucapkan dengan lisannya tanpa disertai batinnya maka dia itu berada pada jajaran dzahir Islam tidak pada batinnya iman. (Ibnu Taimiyyah) berkata: Dan adapun bila dia tidak mengucapkannya padahal dia itu mampu, maka dia itu kafir lahir dan batin berdasarkan kesepakatan para kaum muslimin. (ini) menurut salaf umat ini, para imamnya dan jumhur para ulama.” (Diambil dari Fathul Majid : 91).
  3. Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata : “Adapun pengucapan syahadat tanpa disertai ma’rifah terhadap maknanya dan tanpa disertai pengamalan terhadap konsekuensinya, maka sesungguhnya hal itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma.” (Taisir Al Aziz Al Hamid : 53).
  4. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata : “Adapun pengucapan syahadat dengan tanpa diaertai ma’rifah terhadap maknanya dan tanpa disertai keyakinan dan tanpa pengamalan terhadap apa yang dituntutnya berupa sikap bara’ dari syirik dan pengikhlasan ucapan dan amalan, yaitu ucapan hati dan lisan dan amalan hati dan anggota badan, maka itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma.”(Fathul Majid : 46).
  5. Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan berkata juga : “Ulama baik salaf maupun khalaf dari kalangan sahabat, tabi’in, para imam dan seluruh Ahlussunnah telah berijma’ (sepakat) bahwa seseorang menjadi muslim kecuali dengan mengosongkan diri dari syirik akbar, dan berlepas diri darinya dan dari pelakunya, membenci mereka, memusuhi mereka sesuai kemampuan dan kekuatan, serta memurnikan seluruh amalan bagi Allah.” (Ad Durar As Saniyyah : 11/545).
  6. Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata : “Ulama telah berijma bahwa barang siapa memalingkan sesuatu dari dua macam doa itu kepada selain Allah maka dia telah musrik walaupun dia itu mengucapka Laa ilaaha illallah, menunaikan shalat, shaum serta dia mengaku muslim.” (Ibthal At Tandid : 76).
  7. Syaikh Ali Khudlair fakkallahu asrah : “Dan sekedar pengucapan kalimat syahadat tanpa disertai ma’rifah terhadap maknanya dan pengamalan terhadap konsekuensinya berupa komitmen dengan tauhid, meninggalkan syirik akbar, dan kufur terhadap thahgut, maka sesungguhnya hal itu tidak bermanfaat menurut ijma.”(Al Haqaiq).

Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, FATWA, MANHAJ, TAUHID, , , , ,

Pelajaran Yang Harus Diketahui Oleh Orang-Orang Yang Mengenteng-Entengkan Kekafiran

Sekarang ini banyak muncul pemahaman-pemahaman aneh yang menganggap ringan pengucapan kekafiran atau melakukannya, baik dalam bentuk gurauan, ejekan, atau alasan maslahat dakwah dan jihad atau alasan dlarurat, padahal semua itu adalah bukan udzur dalam kekafiran dan bukan pula penghalang pengkafiran.

Simaklah nukilan-nukilan ini.

  • Imam Ibnu Nujaim rahimahullah berkata :

إن من تكلم بكلمة الكفر هازلا او لاعبا كفر عند الكل ولاعبرة باعتقاده.

“Sengguhnya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran seraya bergurau atau becanda, maka dia kafir menurut semua ulama, dan keyakinannya itu tidak di anggap” (Al Bahru Ar Ra’iq: 5/134)

Ya, dia kafir dan keyakinannya yang lurus menurut klaimnya tidak usah dihiraukan, katena Allah Ta’ala tidak menerima alasan itu pada orang-orang yang memperolok-olok Rasul dan para Sahabatnya saat mereka beralasan :

إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ

“Sesungguhnya kami hanya bercanda dan bermain-main” (At Taubah : 65).

Allah Ta’ala berfirman :

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Jangan kalian mencari alasan, sesungguhnya kalian telah kafir setelah kalian beriman” (At Taubah : 66). Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, MANHAJ, SYUBHAT, TAKFIR, TAUHID, , , , , , ,

SYUBHAT TAHAKUM

Syubhat Tahakum

Ini adalah sebagian [bantahan] syubhat dari orang-orang yang membolehkan untuk berhukum (tahakum) kepada thaghut yang dinukil dari Kitab Miiraats Al Anbiyaa:

  1. Syubhat Pertama: Ini adalah syubhat yang paling buruk: yaitu perkataan mereka yang mengatakan bahwa perbuatan ini tidak termasuk tahakum, namun ini hanyalah sekedar pergi dan menuntut hak yang jika dibiarkan akan hilang.

Bantahan:

Kami katakan; Ketahuilah sesungguhnya manusia terkadang mengatakan sebuah perkataan yang dia sama sekali tidak memperhatikannya, seandainya kalimat ini dicampurkan ke dalam lautan (tentu akan merusaknya), dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mengatakan hal ini kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha seperti yang diriwayatkan di dalam Sunan at-Tirmidzi dan Abu Dawud. Dan sesungguhnya berkata dengan perkataan seperti ini adalah termasuk bagian dari berkelit terhadap dienullah dan dari hal-hal yang diharamkan Allah, yang mana sudah menjadi hal yang dimaklumi oleh mereka yang memiliki akal bahwa hakikat sesuatu itu tidak akan berubah dengan berubahnya nama. Al-‘Allamah Abdullah ibn Abdurrahman Aba Bathin berkata; “Siapa yang mengarahkan salah satu jenis dari jenis-jenis ibadah kepada selain Allah, maka berarti dia telah mengibadati hal itu dan telah menjadikannya sebagai tuhan, dan telah menyekutukan Allah dengannya dalam hak yang murni milik-Nya … walau dia mengelak untuk menyebut itu sebagai menjadikan tuhan, ibadah atau kesyirikan, karena sudah menjadi hal yang diketahui bagi setiap yang berakal bahwa hakikat sesuatu itu tidak berubah dengan berubahnya nama-namanya.” Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, MANHAJ, MURJI'AH, SALAFY, SYUBHAT, TAUHID, , , ,

BANTAHAN KEPADA ORANG YANG LEGALKAN TAHAKUM KEPADA THAGHUT SAAT DLARURAT

Bantahan Kepada Orang Yang Legalkan Tahakum Kepada Thaghut Saat Dlarurat

 

Ini merupakan satu pasal dari kitab bantahan Syaikh Ahmad Hamud Al Khalidiy terhadap Abdullah Bin Muhammad Al Qarniy.

Judul Asli

“At Tibyaan Limaa Waqa’a Fi “Adl Dlawaabith”  Mansuuban Li Ahli As Sunnah Bilaa Burhaan”

Ditulis oleh : Ahmad bin Hamud Al Khalidiy

Dan Ditaqdim Oleh :

Syaikh Hamud ‘Uqla Asy Syu’abiy dan Syaikh Ali Al Khudlair

Alih Bahasa : Mowahhed Militant

Muraja’ah Terjemahan: Abu Sulaiman

Pasal : Perbedaan Antara Dlarurat Dengan Ikrah (Paksaan) Terhadap Kekafiran.

Sebagai bantahan terhadap perkataan penulis: (Dan ini tidak memestikan bahwa setiap orang yang tahakum (meminta putusan hukum) kepada mahkamah-mahkamah yang menerapkan undang-undang buatan manusia itu menjadi kafir. Akan tetapi bisa jadi seorang muslim itu dlarurat untuk mengambil hak-haknya atau hal lainnya dengan cara tahakum (meminta putusan hukum) kepada mahkamah-mahkamah itu tanpa adanya keridhaan dia terhadapnya, maka dia tidak menjadi kafir akan tetapi hukumnya adalah hukum orang yang dlarurat). [hal.174]

Jawab : Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, BANTAHAN, FIQH, MANHAJ, SYUBHAT, TAUHID, ,

KETIKA KITA KEHILANGAN ‘IZZAH

Oleh:Abu Usamah JR
Editing: Millahibrahim Team

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إذ تبا يعتم با لعينة وأخذ تم آن ال البقر ورضيتم با لزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لاينزعه حتى ترجعوا إلي دينكم

“Jika kalian telah berjual beli dengan ‘ienah, mengikuti ekor sapi, puas dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, dan kehinaan itu tidak akan dicabut dari kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian”. (HR Abu Daud, Ahmad, al Baihaqi dan At Thabrani, dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

Apakah keadaan yang digambarkan oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu kini telah terjadi? Ya, bahkan sedang terjadi di tengah mayoritas umat Islam hari ini. Hilangnya tanah air kaum muslimin sebab dikuasai oleh orang-orang kafir, lenyapnya hukum Islam dari kehidupan umat ini, dilarangnya umat Islam melaksanakan syariat, dinajisinya tanah suci umat Islam sampai kepada pembantaian kaum muslimin di banyak belahan dunia oleh kaum kafirin, adalah sebagian fakta bahwa keadaan yang digambarkan Rasulullah sudah dan sedang terjadi.

Tidaklah itu semua terjadi melainkan sebagai hukuman dari Allah kepada umat ini disebabkan mereka telah mencampakkan syariat yang paling agung di dalam Islam, yaitu jihad fie sabilillah. Sebagian besar dari umat ini bukan hanya meninggalkan kewajiban jihad, bahkan sekedar membicarakannya saja mereka alergi. Yang lebih parah dari hal ini adalah menganggap bahwa jihad dalam arti perang sudah tidak relevan lagi pada zaman ini. Hal tersebut disebabkan karena keberhasilan dari dakwah para da’i yang menyeru manusia kepada pintu-pintu jahannam. Para da’i setan yang sebagiannya sering nampang di tv telah memutar lisan mereka untuk memalingkan makna jihad dari arti sebenarnya secara syar’i. Read the rest of this entry »

Filed under: AQIDAH, JIHAD, MANHAJ, MURJI'AH, SYUBHAT

Apakah Negara-negara Teluk yang Membantu Amerika Dalam Keadaan “dipaksa”?

Apakah Negara-negara Teluk yang Membantu Amerika dalam Keadaan “Dipaksa”?!
🔹🔹🔹🔹

Oleh: Syaikh Nashir al-Fahd
Alih Bahasa: Abu Zakariya
Muraja’ah: Ust. Abu Sulaiman al-Arkhabili

🔺 Ada diantara orang-orang sesat yang mengklaim adanya keterpaksaan di dalam masuknya ke dalam koalisi bersama (Amerika); sama saja baik itu dari kalangan (negara-negara) atau pun dari kalangan orang-orang yang mengaku Islam dari bala tentara Amerika. Dan tentunya pemilik syubhat ini telah salah dari dua sisi:

🔺 Sisi pertama : Dalam definisi ikrah (keterpaksaan):

Maka sesungguhnya ikrah yang membolehkan kekafiran adalah pembunuhan atau yang mengarah kepada pembunuhan atau pelenyapan sesuatu dari anggota badan & yang serupa dengan itu- berdasarkan rincian dalam kitab-kitab furu’- dan tidak termasuk ikrah berupa ketakutan terhadap (hilangnya) harta, jabatan atau gaji & semisalnya. Dan hakikat sesungguhnya yang ada pada orang-orang yang masuk kedalam koalisi dengan orang-orang kafir itu hanyalah karena cinta & condong kepada dunia.

Dan sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdullathif bin Abdirrahman Alu Asy-Syaikh rahumahullah (Ad-Durar 8/374) pada bantahannya kepada salah seorang diantara mereka dalam pembolehannya untuk meminta pertolongan orang-orang musyrik dalam kondisi dlarurat:

غلط صاحب الرسالة في معرفة الضرورة ، فظنها عائدة إلى ولي الأمر في رياسته وسلطانه ، وليس الأمر كما زعم ظنه ، بل هي ضرورة الدين ، وحاجته إلى ما يعين عليه وتحصل به مصلحته ، كما صرح به من قال بالجواز

“Penulis risalah itu telah keliru dalam mendefinisikan “dlarurah”. Dia mengiranya dikembalikan kepada pemimpin dalam kepemimpinan & kekuasaannya, dan hal itu tidak sebagaimana yang diklaim oleh perkiraannya, akan tetapi ia adalah Dlaruratud-Dien & kebutuhannya terhadap apa yang membantunya serta mencapai kemaslahatan dien itu, sebagaimana dijelaskan oleh orang yang mengatakan kebolehannya.”

🔺 Sisi kedua: Dalam definisi apa yang dipaksakan terhadapnya:

Maka sesungguhnya ikrah -jika benar- hanyalah memberikan keringanan (rukhshah) bagi orang yang dipaksa itu untuk mengatakan kekafiran & semisalnya berupa hal yang tidak membahayakan kepada orang lain. Adapun jika ikrah (paksaan) itu untuk membunuh orang lain maka hal ini tidak boleh berdasarkan ijma’; karena tidak boleh baginya untuk menyelamatkan dirinya dengan membunuh orang lain.

Ibnu Al-‘Arabi rahimahullah mengatakan (Ahkamul Qur’an : 1/525):

قوله تعالى : ( وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً )(النساء: من الآية 30) : دليل على أن فعل الناسي والخاطئ والمكره لا يدخل في ذلك ; لأن هذه الأفعال لا تتصف بالعدوان والظلم , إلا فرع واحد منها وهو المكره على القتل , فإن فعله يتصف إجماعا بالعدوان ; فلا جرم يقتل عندنا بمن قتله , ولا ينتصب الإكراه عذراً

“Firman Allah Ta’ala: (Dan barang siapa yang melakukan itu dalam keadaan aniaya & kezhaliman) [An-Nisa’ : 30] : adalah dalil bahwa perbuatan orang yang lupa, tidak sengaja & yang dipaksa tidak masuk dalam hal itu; karena perbuatan-perbuatan ini tidak disifati dengan aniaya & kezhaliman, kecuali satu cabang darinya yaitu orang yang dipaksa untuk membunuh, maka sungguh perbuatannya itu disifati sebagai aniaya berdasarkan ijma’; sehingga tidak diragukan lagi bahwa dia itu dibunuh (qishash) dengan sebab membunuh orang itu menurut kami, dan ikrah itu tidak menjadi udzur.”

Berkata An-Nawawiy rahimahullah (Syarh Muslim 16/17-18):

“وأما القتل فلا يباح بالإكراه ، بل يأثم المكره على المأمور به بالإجماع ، وقد نقل القاضي وغيره فيه الإجماع “

“Adapun membunuh, maka ia tidak menjadi boleh disebabkan ikrah. Bahkan orang yang dipaksa untuk membunuh itu berdosa berdasarkan ijma’. Dan Al-Qadliy dan ulama lainnya telah menukil ijma dalam hal ini.”

Dan berkata juga Ibnu Rajab rahimahullah (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 2/371):

“واتفق العلماء على أنه لو أكره على قتل معصوم لم يبح له أن يقتله ، فإنه إنما يقتله باختياره افتداءً لنفسه من القتل ، هذا إجماع من العلماء المعمتد بهم “

“Para ‘ulama telah sepakat bahwa seandainya seseorang dipaksa untuk membunuh orang yang terjaga darahnya, maka ia tidak boleh membunuhnya. Karena sesungguhnya ia hanyalah membunuhnya dengan ikhtiyar (pilihan)nya sebagai tebusan untuk selamat dari pembunuhan. Ini adalah ijma’ dari para ulama yang diakui.”

Dan di sini dalam peristiwa ini sesungguhnya yang diinginkan Amerika & negara-negara kafir itu -semoga Allah menghinakan mereka semua- hanyalah membunuh orang-orang muslim. Maka siapa pun dari kalangan muslim tidak boleh membantu mereka -walau pun dipaksa untuk melakukan itu- karena hal ini termasuk hal yang tidak menjadi boleh disebabkan ikrah (paksaan).

Dan sungguh hal seperti ini pernah terjadi pada zaman Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah Ta’ala, di mana sebagian orang yang membantu orang-orang Tattar dalam memerangi orang-orang muslim mengaku dipaksa (dalam kondisi ikrah). Maka syaikhul Islam menyebutkan bahwa ikrah tidak menjadikan mereka boleh melakukan hal ini. Beliau rahimahullah mengatakan:

“Maksudnya adalah bahwa jika seseorang dipaksa untuk berperang dalam kondisi fitnah maka tidak boleh baginya untuk berperang. Tetapi, hendaklah ia menghancurkan senjatanya & hendaklah ia bersabar sampai ia terbunuh dalam kondisi dizhalimi. Maka bagaimana dengan orang yang dipaksa untuk memerangi kaum muslimin bersama kelompok yang telah keluar dari syari’at Islam: seperti orang yang menolak membayar zakat, orang-orang murtad dan yang semisal dengan mereka? Maka tidak diragukan lagi bahwa jika ia dipaksa untuk hadir, wajib baginya untuk tidak memerangi walau pun dia dibunuh oleh kaum muslimin, sebagaimana seandainya orang-orang kafir memaksanya untuk masuk kedalam barisan mereka untuk memerangi kaum muslimin, begitu juga seandainya seseorang memaksa seseorang untuk membunuh seorang muslim yang terjaga darahnya, maka tidak boleh baginya untuk membunuhnya berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Dan walaupun dia memaksanya dengan (ancaman) pembunuhan, maka sesungguhnya menjaga dirinya sendiri dengan membunuh muslim yang terjaga darahnya itu tidak lebih utama dari pada kebalikannya. Maka tidak pantas baginya untuk menzhalimi orang lain, lalu membunuhnya supaya ia sendiri tidak dibunuh.”

Penulis: Syaikh Nashir Fahd

Filed under: BANTAHAN, MANHAJ, MURJI'AH, SYUBHAT

BAHKAN MEREKALAH TERORIS SESUNGGUHNYA

Oleh: Abu Usamah JR
Editing: Tim Millah Ibrahim
======+++=====

Tatkala umat ini tengah memasuki era akhir zaman yang penuh fitnah, terjadilah seperti apa yang dikabarkan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu. Di mana umat ini laksana hidangan makanan di atas nampan yang diperebutkan oleh manusia dari segala penjuru. Mewabahnya penyakit al wahn (cinta dunia takut mati) itulah yang menjadi pangkal datangnya hukuman dari Allah kepada umat ini berupa kondisi tersebut. Izzah umat ini tercabut di hadapan musuh-musuhnya, timbullah keberanian dari kaum kafir untuk memerangi kaum muslimin.

Dan sudah hampir seratus tahun umat ini dalam keadaan demikian, yaitu seumpama hidangan yang menjadi rebutan. Berbagai upaya dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan umat ini. Dan salah satu dari upaya tersebut adalah dirancangnya sebuah makar dengan grand design bernama perang melawan terorisme. Ini grand design yang sepintas cukup cantik dan populer karena yang menjadi target penghancuran adalah pelaku kejahatan bernama teroris. Tapi di balik kemasan indah tersebut tersimpan misi licik yang sesungguhnya, yaitu perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Fakta bahwa isu perang melawan terorisme pada hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin adalah fakta yang tak terbantahkan. Di mana tidak ada satupun kelompok perlawanan bersenjata di dunia ini yang disebut teroris kecuali dia pasti adalah kelompok Islam. Adapun segala bentuk tindakan kriminal dari penyerangan sampai genocide terhadap kaum muslimin oleh kaum kafir tidak pernah disebut tindakan terorisme. Bahkan upaya mempertahankan dan membela diri kaum muslimin dari kejahatan kaum kafir tidak pernah dibenarkan oleh dunia dan akan disebut tindakan terorisme. Inilah wajah sebenarnya dari isu perang melawan terorisme yang hari ini di bawah komando setan besar bernama Amerika Serikat.

Hakikat isu perang melawan teroris adalah perang terhadap kaum muslimin secara nyata juga bisa dilihat di negeri berpenduduk muslim terbesar bernama Indonesia. Tatkala kaum muslimin menjadi korban pembantaian kaum Nasrani seperti di Ambon, Tobelo dan Poso, tidak pernah penguasa kafir negeri ini yang menyebut bahwa itu adalah tindakan terorisme. Namun sebaliknya tatkala kaum muslimin bangkit melawan kedzaliman tersebut, maka dengan sigap aparat kafir negeri ini akan menyebutnya sebagai tindakan terorisme dan menindaknya dengan keras dan sadis. Dan fakta lainnya adalah tidak ada satupun individu atau kelompok di luar Islam yang disebut sebagai teroris.

Inilah sebagian fakta tindakan teror oleh kaum nasrani di indonesia tapi tidak disebut sebagai tindakan terorisme:

1. Pengeboman/peledakan Mall Alam Sutera pada tanggal 9 Juli 2015 dan tanggal 28 Oktober 2015. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumala (29 tahun ), agama Kristen. Bahan peledak Triaceton Triperoxide (TATP), daya kecepatan ledakan 5.400 meter/detik, kategori high explosive. Pelaku meletakkan bom sebanyak empat buah pada bulan juli dan oktober 2015. Korban 1 orang mengalami luka parah. Meskipun faktanya demikian namun karena pelaku bukan seorang muslim maka Polisi tidak menyebutnya sebagai teroris dan tidak dijerat dengan undang-undang anti terorisme.

2.Penyerangan terhadap jama’ah sholat Iedul Fitri di Tolikara, Papua, pada 17 juli 2015 oleh massa kristen GIDI (Gereja Injil Di Indonesia ). Dalam penyerangan tersebut sebuah masjid ludes terbakar, puluhan rumah dan toko milik kaum muslimin turut menjadi korban tindakan teroris tersebut. Penyerangan dipimpin oleh Pendeta Martin Jingga. Namun karena pelakunya adalah massa Kristen maka tidak disebut teroris. Bahkan para pelaku penyerangan yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit dikunjungi serta diberi santunan oleh Menteri Sosial dan oleh Gubernur Papua. Sementara itu para pemimpin organisasi penyerangan, yaitu GIDI diundang sebagai tamu kehormatan ke istana negara oleh presiden Jokowi.

3. Penyerangan Mapolsek Sinak, kabupaten Puncak, Papua pada 27 desember 2015. Korban tewas 3 orang anggota polisi, pelaku juga merampas 7 pucuk senjata. Karena diduga kuat pelaku penyerangan adalah OPM (Organisasi Papua Merdeka ) sebuah organisasi sparatis Kristen, maka tidak disebut tindakan terorisme. Bahkan dengan cepat Kapolda Papua menyebut penyerangan tersebut kriminal murni bukan tindakan terorisme dan tidak terkait dengan organisasi teroris.

Bandingkan dengan penangkapan terhadap aktifis Islam di Mojokerto, Solo dan Tasikmalaya pada hari yang hampir bersamaan dengan penyerangan Mapolsek Sinak. Hanya dengan barang bukti pipa paralon dan paku serta merta polisi menetapkan mereka sebagai teroris, hal tersebut dikarenakan para tersangka adalah muslim yang berjenggot dan istrinya mengenakan cadar.

Maka dengan secuil fakta tersebut terungkaplah motif sesungguhnya dari isu perang terhadap teroris yang dikomandani oleh Amerika dan diikuti oleh penguasa kafir dan murtad di dunia ini. Bahwa hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Jika para penguasa kafir dan murtad memiliki definisi sendiri tentang siapa teroris, maka Al-Qur’an juga memiliki definisi tersendiri tentang siapa teroris. Dan sebagai kaum muslimin yang mengaku berpedoman dengan Al-Qur’an,maka petunjuk alqur’an tentang definisi teroris yang kita ikuti adalah definisi alqur’an.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS Al-Maidah :33).

Kesimpulan dari ayat diatas adalah, bahwa teroris adalah siapa saja yang memerangi Allah dan Rasul-Nya serta membuat kerusakan di muka bumi. Dan bentuk nyata dari memerangi Allah di antaranya adalah:
1. Melenyapkan hukum Allah dari kehidupan dan menggantinya dengan hukum buatan manusia.
Perbuatan ini jelas adalah bentuk peperangan nyata terhadap Allah ‘azza wa jalla. Dimana mereka melakukan hal tersebut didukung dengan perangkat lunak dan perangkat keras berupa senjata dan angkatan perang. Seluruh perangkat tersebut digunakan untuk mempertahankan eksistensi hukum buatan manusia dan mencegah tegaknya hukum Allah. Inilah yang dilakukan oleh para penguasa kafir dan murtad di berbagai negara di dunia ini. Untuk penguasa model ini Allah mengatakan,
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (QS Ash-Shaf: 8).
2. Melarang penampakan syiar-syiar agama Allah dalam kehidupan dan memberi kebebasan penampakan syiar-syiar agama kekafiran.
Contoh nyata dalam hal ini adalah larangan mengenakan niqab bagi muslimah di Prancis dan larangan melaksanakan puasa bagi kaum muslimin pada bulan Ramadhan oleh pemerintah Komunis China. Sementara itu Prancis melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah, melegalkan khamar dan seks bebas.
Contoh lain adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang menutup situs-situs berita online yang menyeru kepada tauhid dan membiarkan situs-situs yang dikelola kelompok kafir dan murtad seperti Syiah dan Ahmadiyah. Dan bersamaan dengan itu situs-situs dengan konten pornografi dibiarkan eksis dan dengan mudah bisa diakses. Adapun diantara bentuk peperangan terhadap Rasulullah adalah:
1. Melestarikan perbuatan bid’ah dan memperolok-olok sunnah Rasulullah.
Contoh nyata dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh seorang kyai yang menyebutkan bahwa jenggot itu bisa mengurangi kecerdasan seseorang. Sehingga semakin panjang jenggot seseorang maka akan semakin bodoh orang tersebut. Sementara sang kyai tersebut adalah penyeru dan penghidup bid’ah serta menjadi pembela Syiah Rafidhoh.
Atau juga seperti orang-orang yang menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahan dan bernegara dengan meninggalkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Termasuk juga orang-orang yang aktif mengkampanyekan gaya hidup orang kafir dan menyebut sunnah Rasulullah sebagai sesuatu yang usang dan ketinggalan zaman.
2. Melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah.
Contoh dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Prancis, Amerika dan Denmark yang membolehkan para kartunis membuat karikatur yang menghina Rasulullah.
3. Melindungi kelompok yang meyakini ada nabi setelah Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang melindungi keberadaan kelompok murtad Ahmadiyah. Di antara pokok keyakinan dari Ahmadiyah adalah membenarkan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Dengan mengatasnamakan kebebasan beragama dan berkeyakinan, pemerintah Indonesia melindungi keberadaan Ahmadiyah dan membiarkannya berkembang. Dengan sikap pemerintah yang seperti ini jelas merupakan bentuk permusuhan dan perang terhadap Rasulullah.
Adapun di antara perbuatan membuat kerusakan di muka bumi adalah:
1. Memaksakan kaum muslimin untuk hidup dibawah aturan dan sistem diluar islam.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah murtad Republik Indonesia yang memaksa kaum muslimin untuk diatur dengan sistem demokrasi dan dengan hukum KUHP buatan penjajah Belanda. Serta memaksakan Pancasila sebagai agama persatuan yang wajib diajarkan kepada anak-anak kaum muslimin di sekolah-sekolah. Dengan perbuatan tersebut jelas membuat kerusakan di muka bumi. Sebab ini adalah perbuatan yang merusak fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah diatas dasar Islam. Dan perbuatan ini juga merusak tujuan hidup manusia diciptakan yaitu untuk mentauhidkan Allah.
2. Membungkam para penyeru dakwah tauhid.
Menutup situs-situs Islam yang menyeru kepada kemurnian tauhid yang dilakukan oleh pemerintah thoghut Indonesia adalah termasuk kejahatan dan kerusakan di muka bumi. Demikian juga tindakan mengawasi dan memata-matai para da’i penyeru tauhid sehingga dakwah tauhid tidak tersampaikan kepada umat adalah tindakan permufakatan jahat yang dilakukan oleh aparatur thoghut di negeri ini. Sebab dengan upaya thoghut tersebut kaum muslimin terus dalam keadaan tersesat dan tertipu dengan ideologi kafir yang meliputi kehidupan mereka. Dan tidak ada kerusakan yang lebih besar di muka bumi ini melebihi dipimpinnya kaum muslimin oleh para thoghut yang memutuskan perkara diantara mereka dengan hukum buatan manusia.
3. Memerangi para muwahidin dan mujahidin yang berjuang untuk tegaknya dienullah.
Inilah puncak kejahatan dan kerusakan dimuka bumi yang dilakukan oleh para teroris. Yaitu memerangi para pejuang islam yang hendak menghancurkan ideologi kekafiran dan menegakkan dienullah di muka bumi.Mereka (para penguasa kafir dan murtad) menyebut para mujahidin telah melakukan permufakatan jahat karena ingin menegakkan dienullah. Padahal para thoghut itulah yang melakukan permufakatan jahat dengan memberlakukan hukum kafir dan melarang berlakunya hukum islam.
Jadi sesungguhnya para penguasa kafir dan murtad beserta bala tentara dan pendukungnya itulah teroris yang sebenarnya.Dan antara para teroris dan kaum muslimin Allah menetapkan adanya permusuhan dan peperangan sebagaimana firmanNya,
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”. (QS An Nisa :76).
Maka kewajiban bagi setiap kaum muslimin untuk memerangi para teroris tersebut agar dienullah tegak di muka bumi dan kekafiran beserta pendukungnya lenyap dan dihinakan. Dan kini telah tiba masa untuk memerangi para teroris tersebut.
Allahu musta’an

Filed under: Uncategorized

Bagi Siapa Yang Bertanya Siapa Saja Ulama Yang Mendukung Daulah Islamiyah

Pertama pertama kali haruslah engkau tahu wahai orang yang malang bahwa ulama-ulama layar kaca bukanlah ulama rabbani! Tapi mereka adalah ulama syaithan (penyeru pada pintu jahannam) sebagaimana yang dicirikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, siapa yang mengikuti mereka maka tidak akan masuk kecuali ke dalam jahannam yang mereka ajak ke dalamnya.

Adapun ulama rabbani tidak akan diberi kesempatan untuk muncul di televisi karena mereka tidak diridhai thoghut. Maka tidak ada yang diizinkan untuk tampil di layar melainkan untuk menyuarakan kekafiran dan kefajiran, melainkan untuk para pendukung thoghut.

Kedua : Daulah Islamiyah memiliki badan syar’i yang anggotanya semua dari ulama rabbani, terutama Syaikh Turki Al-Bin’aly, Malik An-Nasywan rahimahullah yang terbunuh bulan lalu. Beliau adalah seorang alim yang menonjol di negeri dua kota suci. Beliau pun dahulu adalah penanggungjawab di badan pengadilan syar’i di Biladul Haramain. Begitu juga Syaikh Umar Alu Zaidan hafizhahullah. Beliau termasuk ulama Yordania dan sahabat Abu Mush’ab Az-Zarqawy rahimahullah. Read the rest of this entry »

Filed under: BANTAHAN, JIHAD, KHILAFAH, MANHAJ, SALAFY, SYUBHAT

Para Pecinta Daulah Islam:

"أن هؤلاء الذين يعتذرون بالتكفير إذا تأملتهم إذا أن الموحدين أعداؤهم يبغضونهم ويستثقلونهم ، والمشركون والمنافقون هم ربعهم الذين يستأنسون إليهم..."

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (mua'yyan) itu, bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahhidin itu adalah musuh mereka, di mana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka itu, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justeru adalah kawan-kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu..." (Ad Durar As Saniyyah 10/91).

[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]

Pages

Katagori

Masukan alamat email anda untuk mendapat pemberitahuan tulisan terbaru dari blog ini

Join 617 other followers

free counters

Kalender Daulah (Sya’ban)


Infaq


Bantulah Dakwah Tauhid Dengan Infaq Anda, Karena Selain Untuk Blog Ini, Infaq Anda Untuk Kebutuhan Dakwah Tauhid.

Tulisan Terakhir

Tulisan Lainnya

Statistik Kunjungan

  • 2,327,490 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 617 other followers

%d bloggers like this: