Jihad Menegakkan Tauhid & Membela Sunnah

Icon

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…” (Al-Mumtahanah: 4)

2. Macam-macam Jihad

» Jihad ada empat macam:

» Tingkatan-tingkatan Para Mujahidin Fi Sabilillah di Surga:

  1. Jihad melawan hawa nafsu: yaitu jihad melawan hawa nafsu untuk mempelajari dien, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sabar terhadap gangguan di dalamnya.
  2. Jihad melawan syaitan: Yaitu melawannya terhadap apa yang dia bisikan kepada si hamba berupa syubuhat dan syahawat.
  3. Jihad melawan para pelaku kedzaliman, bid’ah dan kemungkaran: Dan itu dengan tangan bila mampu, dan bila tidak mampu maka dengan lisan, dan bila tidak mampu maka dengan hati, sesuai keadaan dan mashlahat.
  4. Jihad melawan orang-orang kafir dan munafiq: Dan ia itu dengan hati, lisan, harta dan jiwa – dan ia adalah yang dimaksud disini–.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال النبي ×: «… إنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهـَا الله لِلْـمُـجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ الله، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَـاءِ وَالأرْضِ، فَإذَا سَأَلْتُـمُ الله فَاسْأَلُوهُ الفـِرْدَوْسَ فَإنَّـهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْـمَنِ، وَمِنْـهُ تَفَجَّرُ أَنْـهَارُ الجَنَّةِ». أخرجه البخاري

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “……Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (tingkatan) yang telah Allah sediakan bagi mujahidin fi sabilillah, jarak antara dua tingkatan adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Dan bila kalian memohon kepada Allah, maka memohonlah Firdaus kepada-Nya, karena ia itu adalah surga yang paling tengah dan yang paling tinggi, dan di atasnya adalah ‘Arasy Ar Rahman, dan darinya menyembur sungai-sungai surga”. (HR. Al Bukhari)[10]

» Jihad Fi Sabilillah itu memiliki empat keadaan:

  1. Jihad melawan orang-orang kafir dan musyrikin: Dan ia adalah hal yang wajib untuk melindungi kaum muslimin dari kejahatan mereka dan untuk menyebarkan Islam di antara mereka. Dan mereka diberi pilihan di dalamnya secara berurutan antara masuk Islam atau membayar jizyah atau perang.
  1. Jihad melawan orang-orang yang murtad dari Islam: Dan mereka itu diberi pilihan secara berurutan antara kembali kepada Islam atau perang.[11]
  2. Jihad melawan Bughat: Yaitu orang-orang yang menentang kepada Imamul Muslimin dan memunculkan kekacauan. Bila mereka rujuk (maka itu yang diharapkan) dan bila tidak maka mereka diperangi.
  3. Jihad melawan para perampok: Dalam menyikapi mereka, imam boleh memilih antara membunuh mereka atau mensalib mereka atau memotong kaki dan tangan mereka secara menyilang atau mengasingkan mereka dari negeri, dan hukuman mereka itu sesuai kejahatan mereka, sesuai pandangan imam

» Karena dlarurat wanita boleh ikut berperang bersama pria untuk khidmat (bantu-bantu).

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كَانَ رَسُولُ ا٬ × يَـغْزُوْ بِأُمِّ سُلَيْـمٍ وَنِسْوَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ مَعَهُ إذَا غَزَا، فَيَسْقِينَ المَاءَ، وَيُدَاوِينَ الجَرْحَى. متفق عليه

Dari Anas Ibnu Malik radliyallahu ‘anhu berkata: “Adalah Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pergi dengan menyertakan Ummu Sulaim dan sejumlah wanita Anshar bersamanya bila beliau pergi berperang, di mana mereka itu mengambilkan air dan mengobati orang-orang yang terluka”. (Muttafaq ‘alaih)[12].

» Disunnahkan mengantar mengiringi para pejuang dan berdoa untuk mereka, serta keluar menyambut mereka saat pulang dari invasi (perang).

____________________________

[9]     Muttafaq ‘alaih, Al Bukhari (2792) dan Muslim (1880).

[10]    Al Bukhari (2790).

[11]    Memerangi pemerintahan-pemerintah murtad yang menerapkan hukum buatan, demokrasi dan jaran kafir lainnya adalah wajib didahulukan daripada menjihadi kaum kafir asli, karena mereka itu dekat, murtad dan menguasai negeri-negeri kaum muslimin, disamping mereka itu lebih membahayakan aqidah daripada kafir asli. (Pent).

[12]    Muttafaq ‘alaih, Al Bukhari (3811) dan Muslim (1810) dan ini teksnya.

Filed under: FIQH, Uncategorized

Silakan Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Millahibrahim Islamic Calendar Widget

Infaq


Bantulah Dakwah Tauhid Dengan Infaq Anda, Karena Selain Untuk Blog Ini, Infaq Anda Untuk Kebutuhan Dakwah Tauhid.

ad

Tulisan Terakhir

Statistik Kunjungan

  • 1,406,715 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 391 other followers

%d bloggers like this: