Jihad Menegakkan Tauhid & Membela Sunnah

Icon

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…” (Al-Mumtahanah: 4)

2. Had Qadzaf

» Qadzaf: Adalah menuduh berbuat zina atau sodomi, atau menafikan nasab yang  mengharuskan had pada keduanya.

» Hikmah Pensyariatan Had Qadzaf:

 Islam mendorong untuk menjaga kehormatan dari apa yang mengotori dan yang mencorengnya, dan ia memerintahkan untuk menahan diri dari kehormatan orang-orang yang terbebas (dari aib), serta mengharamkan dari merobek kehormatan mereka tanpa hak, demi menjaga kehormatan dan melindunginya dari pencemaran.

Sebagian jiwa ada yang berani melakukan apa yang Allah haramkan berupa qadzaf dan pengotoran kehormatan kaum muslimin karena berbagai niat, dan dikarenakan niat itu adalah termasuk hal yang tersembunyi maka si penuduh dibebankan agar mendatangkan apa yang membuktikan ucapannya dengan empat saksi, kemudian bila ia tidak melakukannya maka ditegakkan terhadapnya had qadzaf delapan puluh deraan.

» Hukum Qadzaf:

Qadzaf adalah haram dan ia termasuk dosa besar, dan Allah telah mewajibkan terhadap si pelakunya hukuman-hukuman yang berat di dunia dan akhirat.

1. Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٤)

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka Itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An Nur [24]: 4).

2. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٢٣)

”Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”. (QS. An Nur [24]: 23)

3. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

«اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوْبِقَاتِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ الله، وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِالله، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ الله إلا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَومَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُـحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاتِ». متفق عليه

Jauhilah tujuh hal yang membinasakan” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, apakah hal-hal itu?”, beliau berkata: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari pertempuran, dan meduduh zina wanita-wanita yang baik-baik yang beriman lagi lalai (dari berpikiran kotor)”. (Muttafaq ‘alaih)[31]

» Had Qadzaf: adalah delapan puluh deraan bagi orang merdeka, dan empat puluh deraan bagi budak.

» Ungkapan-ungkapan Qadzaf:

  1. Qadzaf yang jelas (sharih): seperti mengatakan: “Hai pezina…” atau “Hai penyedomi…” atau “Hai pelacur…” atau “Hai salome…” dan ucapan lainnya.
  2. Sindiran: yaitu mengucapkan ucapan yang memiliki kemungkinan qadzaf dan yang lainnya; seperti: “Hai wanita panggilan…” atau “Hai wanita kotor…” dan yang semacam itu. Bila dia memaksudkan tuduhan zina maka dia dihad karena qadzaf, dan bila tidak memaksudkannya maka dia tidak dihad namun dita’zir.

» Syarat-syarat wajib had qadzaf adalah sebagaimana berikut ini:

  1. Si penuduh zina ini adalah orang mukallaf yang tidak dipaksa lagi bukan ayah bagi orang yang dituduh.
  2. Orang yang dituduh zina ini adalah muslim, mukallaf, merdeka, yang selalu menjaga kehormatan lagi orang semacam dia itu bisa menggauli (atau digauli).
  3. Orang yang dituduh zina ini menuntut dilakukan had.
  4. Menuduhnya dengan perbuatan zina yang mengharuskan had, dan tidak bisa membuktikan (kebenaran) tuduhannya.

» Terbukti had qadzaf bila si penuduh itu mengakui terhadap dirinya atau dua pria yang adil bersaksi bahwa dia benar telah menuduh.

» Had qadzaf gugur bila orang yang dituduh zina mengakui perbuatan zinanya atau tegak bukti atas perbuatan zinanya, atau pria mengadzaf istrinya terus meli’annya.

» Bila telah terbukti had qadzaf ini maka konsekuensinya: deraan, tidak diterima kesaksian si penuduh kecuali setelah taubat dan dia divonis fasiq sampai taubat.

» Bila menuduh orang lain dengan tuduhan selain zina atau sodomi sedang ia dusta maka dia telah melakukan hal yang haram, dan ia tidak dihad dengan had qadzaf, namun dita’zir dengan apa yang dipandang pantas oleh hakim sesuai perbuatannya.

» Contoh menuduh dengan selain zina: menuduh kafir, munafiq, mabuk, mencuri, khianat dan yang serupa itu.

» Taubat orang yang menuduh itu adalah dengan istighfar, menyesal, berazam untuk tidak mengulangi dan mendustakan dirinya dalam apa yang dia tuduhkan kepada orang lain itu
_________________________________

[31] Muttafaq ‘alaih. Al Bukhari (2766) dan ini teksnya, dan muslim (89).

Filed under: FIQH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Millahibrahim Islamic Calendar Widget

Infaq


Bantulah Dakwah Tauhid Dengan Infaq Anda, Karena Selain Untuk Blog Ini, Infaq Anda Untuk Kebutuhan Dakwah Tauhid.

ad

Tulisan Terakhir

Statistik Kunjungan

  • 1,288,826 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 354 other followers

%d bloggers like this: